Inspirasi 10 Baju Cheongsam untuk Acara Sangjit Karya Desainer Tanah Air

0
239
Baju cheongsam
Baju cheongsam untuk acara sangjit-Foto: Instagram Adrian Gan

Sangjit atau lamaran merupakan salah satu tradisi Tionghoa yang dilakukan sebelum pernikahan. Biasanya digelar sekitar 2 minggu sebelum hari H. Hari itu, pihak keluarga calon mempelai pria akan datang ke tempat pengantin wanita dengan membawa berbagai macam hantaran.

Lazimnya, acara Sangjit digelar di rumah pihak pengantin perempuan. Namun belakangan, hotel maupun restoran banyak dipilih sebagai tempat acara sangjit. Alasannya adalah agar tamu yang diundang bisa lebih leluasa dan bisa mengundang tamu lebih banyak, mengingat biasanya kapasitas rumah lebih terbatas.

Lantas, apa saja yang dibawa keluarga mempelai pria saat sangjit?

Karena ini merupakan prosesi penyerahan hantaran, maka sudah pasti pihak keluarga pria harus menyiapkan beberapa benda yang dijadikan hantaran baki. Yang paling penting jumlah atau isi hantaran baki tersebut harus berjumlah delapan, sesuai dengan simbol keberuntungan masyarakat Tionghoa.

Benda-benda /hantaran yang dibawa keluarga pria untuk keluarga wanita antara lain perhiasan, buah jeruk sebagai lambang kemakmuran, dan juga barang lain sesuai kesepatakan. Pemilihan warna benda hantaran atau kemasan sebaiknya ialah merah atau pink.

Selain itu, keluarga mempelai pria juga memberikan uang susu dan uang lamar yang masing-masing dimasukkan pada amplop merah. Paling tidak uang susu mengandung unsur delapan. Sementara untuk uang lamar, ada unsur sembilan.

Baca juga: Jangan Keliru! Ini Serba-Serbi Sesungguhnya Dalam Prosesi Sangjit

Baju Cheongsam / Qipao

Tentu saja prosesi sangjit merupakan salah satu peristiwa penting sebelum pernikahan. Biasanya, untuk acara-acara spesial ini, para pengantin keturunan Tionghoa akan menggunakan busana cheongsam atau qipao. Beberapa memilih untuk memakai qipao dengan ukiran naga berwarna merah dan emas, atau bordir bunga.

Sebenarnya, bagaimana asal usul baju qipao/cheongsam?

Dulu, seorang nelayan muda merasa terhalang oleh gaunnya yang panjang dan longgar, dan harus mencari cara untuk membuat pakaiannya lebih sesuai. Ia pun memodifikasi gaunnya menjadi lebih praktis namun tetap feminin. Gaun yang ia modifikasi inilah yang menjadi qipao pertama.

Konon, nelayan tersebut akhirnya dinikahi oleh seorang kaisar muda yang kemudian membuat desain pakaiannya menjadi terkenal di kalangan atas. Desain pakaiannya pun banyak ditiru oleh wanita di seluruh kekaisaran.

Baca juga : Tujuh Fakta Menarik Tentang Cheongsam yang Mengagumkan

Kalau saat ini kamu sendang mencari inspirasi baju cheongsam/qipao untuk acara sangjit, berikut beberapa karya cantik desainer tanah air.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here