Tresno, Koleksi Cinta Bramanta Wijaya untuk Spring Summer 2019

0
170
Tresno-Bramanta Wijaya
Tresno-Bramanta Wijaya

“Saya berjanji pada diri saya, bahwa saya tidak akan menangis hari ini”, tutur Bramanta Wijaya ketika press conference, sesaat sebelum shownya berlangsung. Namun, ia tidak kuasa menahan air mata harunya disela-sela pagelaran berlangsung.

Bramanta menyebut shownya kali ini menjadi momen yang penuh emosional. Pun demikian dengan semua karya yang ia hasilkan. Ada kerja keras dirinya dan juga tim dalam setiap kreasi busana. Maka tak heran Bramanta mendedikasikan pagelaran busananya untuk segenap tim serta orang-orang yang mendukung pejalanan kariernya.

Bramanta memilih Tresno sebagai tajuk pagelaran busana spring/summer 2019. Dalam bahasa Jawa, Tresno artinya cinta. Ya, Bramanta ingin merayakan cinta. Cinta kepada Tuhan, keluarga, sahabat, dan yang pasti, akar budaya.

Baca juga:Koleksi Busana Pengantin Spring/ Summer Terbaru Bramanta Wijaya di Sini!

Tresno menampilkan 24 karya Bramanta yang kental akan nuansa Jawa, peranakan Cina dan Eropa.  Pengaruh Jawa dan peranakan Cina ia tuangkan dalam motif-motif batik peranakan. Sementara gaya eropa dituangkan dalam potongan gaun.

Karya Bramanta didominasi oleh gaun berkerah Shanghai, serta warna-warna cerah dan tentu saja putih. Bustier hadir sebagai sentuhan klasik nan elegan yang dipadukan bawahan kain sarung khas kebaya. Jubah-jubah wanita bangsawan dari era Dinasti Qing terlihat beberapa diantaranya. Jubah Manchu dengan  belahan diberi twist sedikit untuk menjadi gaun panjang yang dihiasi detail kancing yang dipadukan dengan celana panjang.

 

Benang merah dari pagelaran Tresno ini sendiri adalah harapan dan kepercayaan akan adanya cinta dan kasih. Sesuatu yang patut dirayakan, sekecil apapun bentuknya. Dalam balutan gaya kontemporer, siluet koleksi musim 2019 terlihat tetap klasik dengan sentuhan emosi tradisional namun masih dalam garis rancang rumah mode Bramanta Wijaya.

Selain pembacaan puisi oleh Clara Devi, pagelaran ini juga menampilkan sebuah tarian yang diiringi lagu Impen Impenan. “Sebenarnya lagu ini adalah lagu dangdut Banyuwangi yang kemudian diaransemen oleh band Krakatau. Lagunya tentang cinta yang begitu besar. Pertama kali saya dengar saat di taksi online. Saya pikir, kok sesuai banget dengan karya saya,” Bramanta menjelaskan.

Bramanta berharap Tresno menjadi pesan terhadap semua orang untuk tidak pernah menyerah akan cinta*

Teks. Theresia Triomegani
Foto: Dokumentasi Bramanta Wijaya

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here