Lima Keuntungan Untuk Kamu yang Menikah di Usia 20-an

0
2019
buket bunga vintage
Ilustrasi Buket Bunga Vintage - pixabay

Ada orang yang menargetkan untuk menikah saat sudah menginjak usia 20-an. Namun, ada juga yang justru ingin menikmati usia kepala dua ini dengan mengejar karir dan menikmati masa muda. Sehingga pernikahan pun menjadi prioritas hidup yang kesekian. Lantas bagaimana dengan kamu?
Pernikahan adalah sebuah keputusan besar dalam hidup seseorang. Untuk menuju tahap ini pun butuh persiapan dan perencanaan yang tidak boleh sembarangan. Ini juga yang sering kali menjadi alasan seseorang takut berkomitmen dalam ikatan pernikahan.
Entah itu karena belum mapan secara finansial, ingin menikmati masa muda, atau ingin mengejar jenjang karir pekerjaan. Pada akhirnya, mereka pun lebih memilih menunda pernikahan dan menargetkan untuk menikah saat usia sudah matang.
Tapi pada intinya, sesungguhnya tidak ada aturan pasti soal kapan waktu ideal usia untuk menikah. Namun, beberapa penelitian membuktikan bahwa ada sederet keuntungan yang hanya diperoleh oleh orang yang menikah di usia 20-an. Apa saja? Mari kita cek selengkapnya!

1. Untuk Wanita, Usia 20-an adalah Waktu Reproduksi Terbaik

keluarga bahagia
Ilustrasi – pixabay

Sel sperma pada pria akan terus produktif meskipun ia sudah semakin tua, namun tidak dengan wanita. Ada batasan waktu produktif sel telur pada wanita. Semakin tua usia wanita maka akan berpengaruh pada kualitas sel telurnya. Jika kualitas sel telur buruk pada saat melahirkan, maka bayi memiliki resiko kemungkinan terlahir cacat atau bahkan kematian.
Dalam dunia medis, wanita dianjurkan untuk mengandung dalam usia 20-30 tahun. Sebab dalam rentan tersebut sel telur dalam keadaan prima. Sedangkan kehamilan di atas usia 30 tahun, akan lebih bersiko dari segi kesehatan si ibu dan calon bayi.

2. Riset : Pernikahan di bawah Usia 23 Tahun Lebih Rentan Perceraian

masalah rumah tangga
Ilustrasi -pexels

Sebuah Studi pada tahun 2014 yang dilakukan oleh University of North Carolina di Greensboro menemukan bahwa sebanyak 60% perempuan Amerika yang berkomitmen menikah di bawah usia 23 tahun berakhir dengan perceraian.
Akan tetapi, perempuan Amerika yang menunggu sampai usia 23 tahun untuk menikah memiliki rentan perceraian yang lebih sedikit yaitu 30%. Namun penelitian ini baru dilakukan di Amerika dan bisa jadi berbeda hasilnya bila dilakukan di Indonesia.

3. Menghindari Hubungan Tidak Sehat dalam Berpacaran

pasangan sibuk
Ilustrasi Pasangan – Freepik

Kasus hamil diluar nikah atau married by accident rasanya bukan hal tabu lagi di Indonesia. Penyebabnya, adalah hubungan berpacaran yang tidak sehat. Bahkan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2016 menunjukkan angka kehamilan di kalangan remaja Indonesia cukup tinggi, yakni 48 dari 1000 remaja.
Jadi, jika saat ini kamu berusia 20-an dan sudah menemukan pasangan ideal, sebaiknya jangan terlalu lama berpacaran! Putuskan segera untuk ‘menghalalkan’ si dia agar terhindar dari dosa dan kejadian yang tak diinginkan.

4. Usia 20-an adalah Waktu Produktif Terbaik untuk Bekerja

Tanda Suami Bahagia
Ilustrasi – freepik.com

Seperti yang sudah diungkap di awal, masalah finansial seringkali jadi alasan seseorang menunda pernikahan. Biasanya alasan ini paling banyak menghampiri pria yang nantinya akan menjadi kepala rumah tangga. Padahal setelah menikah di usia muda, secara tak langsung kamu akan semakin semangat bekerja. Muncul juga kesadaran tentang tanggung jawab menafkahi keluarga.
Tidak hanya itu, produktivitas pria juga akan bertambah setelah menikah karena ia tidak memikirkan lagi keperluan pribadinya, sebab sudah ada istri yang mengurus semuanya. Nah, kalau sudah semangat dan produktivitas meningkat, maka si bos pun akan memikirkan untuk menaikan gaji dan karirmu.

5. Pasangan Menikah di Usia Muda akan Lebih Bahagia

Ilustrasi Pasangan
Ilustrasi Pasangan

Dikutip dari Huffingtonpost, riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat menunjukan orang yang sangat bahagia dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahuun. Alasannya karena pada rentan usia ini, umumnya seseorang belum memiliki banyak ambisi. Jadi, mereka yang menikah di usia muda cenderung lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan meskipun sang suami belum mapan secara ekonomi. (*)
Baca Artikel Ini : Lima Tanda Kamu Belum Siap Menikahi Pasangan 
INTAN WIDIASTUTI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here