Hati-hati! 3 Diet Populer ini Ternyata Tidak Dianjurkan untuk Calon Pengantin

0
288
Diet untuk calon pengantin
Foto: weddinghigh.com

 Hayo., siapakah diantara kamu yang punya rencana menurunkan berat badan jelang hari pernikahan? Tenang saja brides kamu nggak sendirian kok!  Faktanya, menurut sebuah studi dari Cornell University and National Institute of Healts di Amerika, lebih dari 70 persen calon pengantin mencoba menurunkan 20 pounds berat badan demi tampil dengan tubuh ideal di hari istimewa.

Bercita-cita tampil dengan berat badan di hari pernikahan tentu sah-sah saja. Namun pastikan kamu tetap hati-hati saat menjalankan pola diet tertentu. Jangan sampai diet yang kamu jalani justru mengancam kesehatan.

Saat ini banyak sekali metode menurunkan berat badan yang populer. Namun ternyata, tak semua pola diet tersebut dianjurkan untuk calon pengantin.  Seorang ahli bernama Robert Ferguson dikutip dari Wedding Wire mengungkapkan bahwa beberapa diet populer ini ternyata tidak dianjurkan untuk calon pengantin. Apa saja ya?

Diet Keto

Diet keto atau diet ketogenik merupakan metode menurunkan berat badan dengan pola makan tinggi lemak namun rendah khabohidrat dan rendah protein. Diet ini memang sangat populer beberapa tahun terakhir karena dianggap mampu menurunkan berat badan secara efektif.

Namun menurut uji klinis yang dilakukan para ahli ternyata dampak turunnya berat badan oleh pelaku diet keto tidak berlangsung dalam jangka panjang. Artinya, pasien dengan kabohidrat rendah akan mendapatkan berat badan mereka kembali.

Selain itu diet ini juga memiliki efek samping  yang cukup membahayakan. Mulai dari intensitas buang air kecil yang sering, pusing, kantuk, gangguan pencernaan, hingga masalah dengan gula darah rendah.

Diet Detox Jus

Diet
Jus buah | Foto: pixebay.com

Diet detox jus memiliki manfaat membersihkan sistem pencernaan dari racun dengan cara mengonsumsi jus selama tiga sampai lima hari. Meskipun pola menurunkan berat badan ini cukup populer di Amerika, namun sayangnya diet ini juga hadir dengan beragam efek samping. Beragam efek samping dari pola diet ini diantaranya ialah rasa lelah dan kelaparan ekstrim. Selain itu, efek konsumsi gula dalam jumlah besar saat mengonsumsi jus juga mengakibatnya gula darah akan melonjak lalu turun dengan cepat sehingga tubuh mengakibatkan rasa murung dan lekas marah.

Puasa Intermiten

Sesuai namanya, puasa intermiten merupakan metode diet dengan puasa, alias makan hanya di jangka waktu tertentu. Salah satu cara populer dalam diet puasa intermiten ialah melewatkan sarapkan, dan mulai kembali makan pada jam 12 siang, lalu menutup sesi makan pada jam depalapan malam. Selama puasa kita tidak boleh mengonsumsi makanan apapun, namun diperbolehkan mengonsumsi minuman dan sejenisnya asalkan tidak mengandung kalori.

Sekilas pola diet ini mungkin terasa menggiurkan, akan tetapi ahli memperingati bahwa puasa intermiten bisa merusak sistem metabolisme tubuh.*

Baca juga: Lima Kebiasaan Buruk yang Membuat Program Diet Selalu Gagal

Penulis: Intan Widyastuti

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here