Teruji, Ini Lima Tumbuhan Untuk Kontrasepsi Tradisional

0
4587
tumbuhan untuk kontrasepsi tradisional - ramuan kontrasepsi
Ilustrasi - Freepik

SEBAGIAN dari kamu mungkin ada yang ingin menunda kehamilan untuk beberapa alasan tertentu. Beruntungnya, kini telah banyak piliha alat kontrasepsi yang mudah didapatkan, baik di minimarket, apotek, hingga rumah sakit. Nah, hal yang akan dibahas kali ini adalah tentang beberapa tumbuhan yang ternyata berguna sebagai alat kontrasepsi alami.

Pare

Pare ternyata mengandung senyawa golongan flavonoid yang dapat menghambat enzim aromatase (enzim yang berfungsi mengkatalisis konversi androgen menjadi estrogen). Hal tersebut menghasilkan peningkatan konsentrasi testosteron yang berefek pada penghambatan spermatogenesis. Ekstrak pare (khususnya biji) juga mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin, momordikosida triterper, dan cucurbitacin yang dapat menurunkan jumlah dan kualitas sel sperma.

Biji Kapas (Mian Hua Zi)

Berbagai penelitian menemukan bahwa minyak dari biji kapas dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi. Hal tersebut didasarkan pada penemuan di Tiongkok, bahwa minyak dari biji kapas mengandung zat aktif gosipol yang dapat menyebabkan degenerasi sel yang memproduksi sperma, sehingga pria yang mengkonsumsi akan mengalami ketidaksuburan.

Tidak hanya itu, biji kapas yang memiliki rasa pedas dan bersifat panas ini juga dapat digunakan sebagai tonik untuk hati dan ginjal, menghentikan pendarahan, menguatkan tulang punggung dan lutut, Pereda demam, pelembut kulit dan antiradang. Selain itu tanaman ini juga mempunyai efek antibakteri dan antivirus.

Kemuning

Ekstrak kemuning mengandung indol alkaloid yang bersifat toksis sehingga dapat menurunkan kemampuan gerak (motilitas), kemampuan hidup (viabilitas), integritas sperma, dan berujung penurunan kualitas sperma.

Gandarusa

Gandarusa diyakini mampu mempengaruhi produksi enzim hyaluronidase yang berfungsi melunakkan dinding pada sel telur sehingga sperma dapat menembus sel telur wanita untuk proses pembuahan. Sebelumnya telah dilakukan penelitian pada spermatozoa mencit untuk mengetahui efek gandarusa terhadap penurunan aktivitas hyaluronidase. Akibat pemberian ekstrak gandarusa, maka sperma tidak mampu menembus sel telur, sehingga berimbas kepada penurunan aktivitas hyaluronidase.

Biji Pepaya

Beberapa penelitian juga telah dilakukan pada biji papaya untuk mengetahui manfaatnya sebagai alat kontrasepsi. Penelitian dilakukan dengan menyuntikkan ekstrak biji papaya kepada tikus dan membuktikan dapat menurunkan spermatogenesis (sel sperma yang matang dalam spesies jantan atau proses pembentukan mani.

ELSA FATURAHMAH

LEAVE A REPLY