Dilema Wanita Menikah, Pilih Karir atau Fokus Keluarga ?

0
2158

PERNIKAHAN menjadi momen bagi pasangan untuk membuka awal lembaran baru dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga. Sebagai pasangan suami-istri, Anda akan beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi saat hidup bersama. Anda pun harus siap untuk mengambil keputusan sebagai seorang pemimpin atau kepala keluarga.
Salah satu keputusan dan sering menjadi dilema pada wanita adalah memutuskan apakah akan tetap berkarir, atau fokus mengurus keluarga dengan menjadi ibu rumah tangga. Anda pun harus bijak memberikan masukan kepada sang istri, baru kemudian membuat keputusan.
Memang ada plus minusnya bila Anda meminta istri Anda tetap bekerja atau berhenti bekerja dan fokus kepada rumah tangga. Bahkan Anda juga bisa meminta kepada istri Anda untuk tetap berkerja namun tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu dalam mengurus suami dan anak.
Salah satu alasan umum mengapa sang istri tetap bekerja adalah untuk membantu keuangan keluarga karena karir suami yang belum stabil. Lain halnya jika suami sudah memiliki karir mapan, sang istri boleh saja diminta untuk fokus kepada urusan rumah tangga.
Namun ada juga sang istri yang sudah lebih dulu memiliki karir bagus, terbiasa bekerja keras, tiba-tiba diminta untuk berhenti berkarir dan fokus kepada urusan rumah tangga, tentu akan keberatan. Jika sudah demikian, Anda tetap memberikannya pengertian seperti membolehkannya untuk tetap bekerja, asalkan urusan suami dan anak tidak terabaikan.
Apapun pilihan Anda dan istri, haruslah dipahami bahwa apapun keputusannya, sebagai sepasang suami istri harus berkompromi soal pembagian waktu. Bila sudah sepakat soal ini maka, istri Anda bisa memutuskan apakah akan tetap melanjutkan karir atau berhenti dari pekerjaan untuk kemudian fokus kepada keluarga.
Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa dijadikan masukan sebelum memutuskan apakah akan menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga, atau menjalani keduanya sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga.
Apakah Anda tetap merasa baik-baik tanpa memiliki penghasilan sendiri?
Keputusan untuk berhenti dari pekerjaan, bagi seorang wanita adalah keputusan yang sulit. Sebagai seorang istri, Anda akan sangat bergantung pada sang suami. Jika kehidupan ekonomi lagi sulit, langkah apa yang akan Anda lakukan dengan suami dan sebagainya. Apalagi jika suatu ketika, suami tiba-tiba berhenti bekerja dari perusahan. Jika sudah demikian, sebagai seorang istri apa yang bisa Anda lakukan?.
Apakah suami Anda tetap menghormati Anda?
Saat memutuskan untuk tetap bekerja dan melanjutkan karir, sebagai istri, Anda harus tetap menghormati suami, meskipun mungkin Anda memiliki karir lebih bagus daripada suami Anda. Bahkan ketika sang suami meminta Anda untuk tetap tidak melupakan urusan rumah tangga di saat karir sedang bagus, Anda tetap harus mematuhi apa kata suami Anda tersebut.
Apakah Anda akan baik-baik saja tidak memiliki karir sebagai bagian dari aktualisasi diri?
Salah satu hal terberat bagi istri untuk memutuskan apakah akan lanjut berkarir atau fokus pada urusan rumah tangga adalah karena ia tidak punya lagi kesempatan untuk beraktualisasi diri. Dengan menjadi ibu rumah tangga, maka sang istri hanya akan fokus pada anak dan suami, sehingga pergaulan istri pun menjadi terbatas. Istri hanya akan sering bergaul dengan sesama ibu-ibu yang ada di kompleks perumahan. Apalagi pekerjaan dalam rumah tangga itu sangat berat, monoton, cenderung berulang dan dilakukan setiap hari.
Nah, agar tidak cepat bosan, tidak ada salahnya istri Anda mencari pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan di rumah atau bila ada sedikit modal bisa membuka usaha sendiri. Dengan begitu, bisa membantu keuangan keluarga.
Jadi apapun keputusannya nanti, lebih baik pertimbangkan semua plus minusnya, dan semua kembali kepada pilihan Anda sendiri. Tidak ada salahnya menjalani keduanya, baik sebagai wanita karir atau seorang istri sekaligus ibu buat anak-anak Anda sendiri.  
Nur Halimah/AL
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here