Ini Dia 5 Jurus Berkomunikasi yang Efektif dengan Pasangan

0
592
Foto: touchstone

Kehidupan pernikahan tidak selamanya indah. Ada kalanya canda tawa akan silih berganti dengan adu argumantasi bahkan rasa kesal. Namun, demikianlah hakikatnya sebuah perkawinan. Kamu tidak hanya akan dihadapkan dengan hal yang indah-indah melulu.
Sebuah pernikahan yang ‘sehat’ tentunya bukan pernikahan mulus tanpa rintangan, dimana tidak ada pertengkaran di dalamnya. Akan terasa aneh saat sepasang suami istri berkata “kami tidak pernah bertengkar” dalam kehidupan berumah tangga mereka.
Bayangkan saja, saat pacaran dulu kalian yang tidak bertemu terus menerus selama 24 jam saja  kerap diwarnai dengan pertengkaran ‘kan? Apalagi suami istri, dengan latar belakang kehidupan berbeda harus hidup bersama dalam satu atap.
Nah, yang perlu dicermati adalah jangan sampai pertengkaran maupun kesalah pahaman itu berlarut-larut. Berikut 5 teknik berkomunikasi dengan pasangan supaya ‘kerikil-kerikil’ kehidupan pernikahan itu dapat teratasi dengan baik.
Misalnya? 

Jangan Berulang-ulang Membicarakan Hal yang Sama

Ya, menurut Diany Pranata-pernikahan dan relationship coach, jangan sampai kamu (atau pasangan) membicarakan hal yang sama berulang-ulang. Karena itu bisa jadi tanda kalau kamu dan pasangan tidak mengingat poin pembicaraan.
 

Baca juga: Lima Tips Rumah Tangga Langgeng dan Bahagia Ala Diany Pranata

 

Jika Pasangan Salah, Tegur dengan Penuh Cinta

Ini yang terkadang sulit dilakukan atau malah lupa untuk dilakukan. Saking sudah terbiasanya komunikasi sama pasangan, alhasil, kita cenderung (tanpa disadari) berlaku ‘seenak-jidat’. Ingat, kita tetap harus memperlakukan pasangan kita dengan penuh hormat dan penghargaan. Santai tapi saling menghormati.
 

Foto: pexels

 

Jangan Hina Pasangan – Apalagi di Muka Umum

Tanpa disadari, dengan sikap ‘nyantai’nya kita kerap kali tanpa sadar justru memperlakukan pasangan dengan semena-mena. Misal, saat marah, tanpa sadar kita suka ngomong dengan kasar dan keras – parahnya, di muka umum pula! Duh…sebisa mungkin hindari hal tersebut. Kuasai diri saat marah, jangan sampai meledak di ruang publik.

Samakan Asumsi dan Persepsi

Ini paling penting saat kita berkomunikasi dengan pasangan. Beda kepala, sudah pasti. Beda pendapat, tentu saja bisa terjadi. Tapi usahakan tidak memaksakan sehingga bikin satu sama lain jadi tegang. Untuk itu menyamakan asumsi dan persepsi diperlukan. Tektok-an masalah ini memang penting. Bahas hingga kamu minimal bisa mengerti pemikiran masing-masing.
 

Baca juga: Lima Akun Instagram Wajib Follow untuk Kamu yang akan Berumah Tangga

 

Jangan Ambil Keputusan Saat Emosi

Usahakan untuk tidak cepat mengambil keputusan saat perasaan sedang emosi. Meski biasanya perempuan lebih mudah emosi, inilah saatnya laki-laki mengambil alih kendali dengan tenang dan tak terbawa emosi juga. Jika kedua-duanya saling emosi, kamu yang lebih waras haruslah mengambil sikap tenang.
 
Penulis: Orlando

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here