Jangan Asal Percaya Enam Mitos Seputar Seks, Ini Faktanya!

0
1920
pasangan pengantin
Ilustrasi Pasangan - freepik

BANYAK diantara kita lebih percaya mitos daripada fakta, tak terkecuali perihal seks. Kurangnya informasi dan pengetahuan memang membuat sebagian orang ‘menelan mentah-mentah’ anggapan yang belum teruji kebenarannya tersebut.
Padahal pengertian yang keliru ini bisa berakibat kurang menyenangkan dalam kehidupan pasangan suami -istri. Agar hal tersebut tidak terjadi padamu, berikut kami hadirkan enam mitos keliru seputar seks dan fakta yang sebenarnya.

1. Menelan sperma dan mengoleskannya ke kulit dapat membuat wanita menghaluskan kulit dan membuat awet muda.

Pernahkah kamu mendengar anggapan ini Fellas? Konon sperma memiliki kandungan nutrisi protein yang bermanfaat bagi pembentukan sel kulit baru dan dapat menghaluskan kulit. Namun, faktanya hingga saat ini belum ada bukti medis yang membenarkan hal  tersebut lho!
Bahkan bisa dibilang tidak ada manfaat apapun yang diperoleh dengan menelan sperma ataupun mengolesnya pada kulit. Jadi adalah keliru ya, menganggap bahwa sperma punya manfaat menghaluskan kulit apali membuat orang yang menelannya awet muda.

2. Semakin besar penis pria (sebelum ereksi), semakin baik tingkat kepuasan yang dicapai pasangannya.

Anggapan seputar ukuran penis yang berpengaruh terhadap tingkat kepuasan hubungan seks ini sebenarnya hanya mitos belaka. Tak jarang, mitos ini malah mengakibatkan banyaknya pria merasa minder karena khawatir tidak bisa membahagiakan pasangannya. Tak sedikit pria yang akhirnya berusaha membersarkan organ genitalnya dengan berbagai cara. Padahal, besar kecilnya penis sebelum ereksi, tidak berhubungan dengan kemampuan seksual seseorang.

3. Bagian tubuh binatang tertentu seperti ‘tangkur buaya’, buah pelir kambing, dan cula-cula badak dapat memperbaiki fungsi seksual pria.

Mitos semcam ini memang beredar santer di masyarakat dan sangat diyakini khasiatnya. Padahal dalam kenyataannya, bagian-bagian tubuh binatang itu tidak berkolerasi untuk memperbaiki ataupun meningkatkan fungsi seksual pria. Sejumlah penelitian ilmiah pun menyatakan tidak ada kandungan zat tertentu yang bersifat aphrodisiac pada bagian tubuh binatang-binatang tersebut.

4. Istri yang mengalami banyak pelendiran pada vagina dianggap tidak normal dan berakibat tidak dapat memuaskan suami.

Faktanya, carian lendir yang keluar pada dinding vagina wanita merupakan salah satu reaksi seksual normal dan alamiah akibat rangsangan seksual. Mengapa demikian? Rangsangan seksual menyebabkan aliran darah pada dinding vagina mengalami ‘bendungan,’ kemudian komponen carian merembes keluar dari dinding pembuluh darah dan membentuk lendir pada dinding vagina sehingga membuatnya licin.
Cairan lendir pada dinding vagina justru membuat hubungan hubungan seksual normal, tanpa hambatan, memudahkan penetrasi penis ke lubang vagina, sehingga tidak terasa perih pada daerah genital wanita.

5. Semakin besar ukuran payudara, semakin besar pula hasrat dan nafsu seksual pemiliknya.

Apapun alasannya, mitos yang salah kaprah telah mendorong sebagian wanita untuk melakukan berbagai cara seperti suntik hormon atau bedah plasik demi memiliki payudara berukuran besar. Dalam kenyataannya, hasrat seksual seorang wanita sama sekali tidak berhubungan dengan penampilan fisiknya, termasuk bentuk dan ukuran payudara.

6. Bentuk, ukuran, dan letak kelamin wanita mempengaruhi tingkat kepuasan pria pasangannya.

Mitos yang beredar menganggap bahwa semakin besar ukuran kelamin wanita  menyebabkan hubungan seksual dengan pasangan menjadi tidak nyaman. Memang, pada umumnya bentuk dan letak organ genital umumnya sama, meskipun dari segi ukuran bisa berbeda baik perbedaan pada labia mayora (bibir besar) maupun ukuran panjang saluran vagina.
Namun yang perlu digarisbawahi, variasi ukuran dan batas wajah dan normal dan hal ini sama sekali tidak berpengaruh bagi kepuasan seksual pria sebagai pasangannya. Oleh karena itu, kaum wanita perlu berpikir ulang sebelum membuat kepurusan untuk mengecilkan organ kelaminnya dengan berbagai cara – termasuk operasi bedah plastik atau suntik hormon – dengan maksud agar ukuran lubang vaginanya lebih rapat.(*)
 
Teks. The Wedding’s Team – Majalah Bella Donna The Wedding

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here