Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Kehidupan Pernikahan. Bukan Melulu Mengenai Halal Seks

0
312
Ilustrasi pasangan menikah
Ilustrasi pasangan menikah | Foto: banter snaps- unsplash.com

Siapa yang tidak resah bila diusia rata-rata orang menikah, hingga hari ini sang pacar belum ada tanda-tanda membicarakan hubungan yang lebih serius? Jangankan berbicara tentang tanggal baik pernikahan, kode dia minta dilamar/melamar pun rasanya belum juga kelihatan.

Tujuan dari sebuah hubungan cinta tentu saja adalah pernikahan.  Siapa sih yang sudah lama-lama pacaran tapi nggak tahu akhirnya akan bermuara dimana? Seperti yang Steve Harvey bilang, “ Jika seorang lelaki mencintai seorang wanita, dia akan mengakui keberadaan wanita itu. Jika dia sungguh-sungguh mencintainya, pengakuan tertingginya adalah ‘ini istri saya’”.

Duh, Harvey! Bisa aja bikin orang baper.

Nggak salah juga hati ketar-ketir ya bila satu persatu temanmu sudah melepas status lajangnya menjadi suami/istri seseorang. Foto-foto pernikahan mereka yang dipasang di sosial media, terlihat begitu indah plus bahagia. Satu hal juga yang nyebelin adalah pertanyaan “kapan kawin” yang sering dibombardir ke kamu, rasanya jengah sekali untuk menjawabnya’kan!

Kamu yang termasuk cuek dan tidak terlalu peduli dengan hal-hal itu, tentunya akan tetap melenggang dengan ringan menikmati hidup. Karena yakin kalau sudah saatnya tiba, kamu dan pacarmu akan memutuskan untuk menikah.

Baca juga : Untuk Kamu yang Berpacaran Bertahun-Tahun Namun Tak Kunjung Dilamar

Berbeda dengan Ayu. Ia memutuskan menerima pinangan pacarnya meskipun baru berpacaran  6 bulan. “Ini bukan karena teman-teman lain sudah menikah, atau ditanyain terus kapan nikah, tapi karena saya punya pengalaman panjang dengan pacar terdahulu (mantan),” perempuan 25 tahun ini menjelaskan.

“Sebelumnya, saya pernah pacaran selama 7 tahun. Eh, tapi putus. Jadi saya berpikir, dengan pacar yang sekarang, nggak perlu pacaran lama-lama lah!” Ayu bercerita.

Lain dengan Lany, 32 tahun. Sejak awal pacaran, sang pacar sudah melamarnya. Alhasil, 8 bulan pacaran, keduanya memutuskan untuk menikah.

Tapi nggak sedikit juga loh yang memutuskan menikah segera meskipun baru kenal. Biasanya alasannya adalah untuk menghindari zinah. Nah, ini yang bahaya. Karena pernikahan bukan melulu tentang halal seks. Ada banyak yang perlu kamu ketahui tentang kehidupan pernikahan dan pastinya tidak selalu indah seperti di postingan Instagram.

# Mengorbankan Me Time

Kehidupan setelah pernikahan
Me time bersama teman | Foto: Omar Lopez-Unsplash.com

Bukan berarti setelah menikah kamu nggak punya waktu untuk ‘me time’. Tapi terkadang, waktu ‘me time’ mu akan berkurang. Yang tadinya bisa kapan pun pergi dengan teman sepulang kerja, bila sudah menikah, harus diingat juga bila ada orang di rumah yang menunggumu.

Terlebih bila kamu sudah memiliki bayi. Jangankan waktu untuk me time, waktu untuk mandi saja terkadang sulit. Jadi sebelum menikah, puas-puasin dulu deh waktu untuk kamu sendiri!

# Finansial

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Kehidupan Pernikahan. Bukan Melulu tentang Halal Seks
Foto: rawpixel-unsplash.com

Setelah memutuskan untuk menikah, artinya kehidupan keuanganmu akan berubah. Dalam berumah tangga, diperlukan kerja sama yang harmonis dari kedua belah pihak, suami dan istri termasuk urusan keuangan. Betul sih, jika kamu dan pasangan memiliki sumber income masing, masing, artinya sumber penghasilanmu untuk rumah tangga, lebih besar ketimbang sendiri.

Baca juga :Keuntungan Finansial Ini Bisa Didapatkan Jika Kamu Menikah

Namun yang sangat diperlukan juga adalah keterbukaan  kamu dan pasangan dalam masalah finansial  sangat diperlukan serta bagaimana mengelolanya berdua.

Jika hanya satu pihak yang bekerja, artinya ia menanggung semua kebutuhan finansial pasangan dan rumah tangga. Akan ada porsi yang perlu dikurangi dari jatahnya sendiri

# Kompromi

Pasangan Mesra
Ilustrasi Pasangan Mesra- Freepik

Namanya menyatukan 2 kepala dalam 1 rumah, tentunya tidak mudah ya. Kamu dan kakak atau adik yang sudah bertahun-tahun tinggal di rumah yang sama saja, tak luput dari pertengkaran. Bagaimana dengan seseorang yang baru kamu kenal? Akan banyak kejutan yang kamu temui dari pasangan di awal-awal kehidupan pernikahan.

Misalnya saja, ternyata  pasanganmu lebih senang tidur dengan lampu menyala saat malam hari. Sedangkan kamu terbiasa tidur malam dalam keadaan gelap. Nah, diperlukan kompromi dalam menyikapi hal yang berbeda ini. Misalnya saja memasang lampu yang lebih redup di dalam kamar.

#Kematangan emosi

Ilustrasi Istimewa/Thewedding.id

Ingat tidak, bagaiamana reaksimu saat bertengkar dengan pasangan ketika masih pacaran? Menghindar telepon maupun bertemu dengannya kan? Nah, setelah menikah, pasti sulit untuk melakukan ini, mengingat kamu tinggal satu rumah dengannya.

Kematangan emosi dalam sebuah rumah tangga perlu dipupuk supaya tidak sedikit-sedikit marah. Usia yang  cukup matang tidak menjamin emosi seseorang juga matang. Jika kamu menemukan hal yang membuatmu kesal dengan pasangan, jangan langsung meluapkannya begitu saja.

Sebisa mungkin ungkapkan saat hati sudah mulai tenang. dengan demikian kalian bisa berkomunikasi dengan menggunakan akal sehat.*

 

Penulis: Theresia Triomegani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here