Ini Perhitungan Biaya Catering Pesta Pernikahan

0
50864

BOLEH-boleh saja kita bicara soal cinta, lalu menikah, lalu berumah tangga, tapi… semua itu perlu dana. Berapa sih dana yang dibutuhkan untuk berumah tangga? Wah, sangat kompleks! Ada biaya kebutuhan sehari-hari, biaya untuk anak, asuransi, liburan, dan lain-lain.
Jadi, itu akan kita bahas terpisah dalam artikel ekonomi rumah tangga. Sekarang kita mulai dari yang paling pertama: dana yang dibutuhkan untuk menggelar sebuah pesta pernikahan.
Pada keperluan pernikahan, makanan menempati urutan pertama dengan porsi 30-40% dari total biaya pernikahan. Jadi bila kita sudah tahu biaya untuk makanan dalam pesta pernikahan kita, pasti kita dapat menghitung total biaya pesta pernikahan kita.
Misalnya katering atau hotel mengeluarkan angka Rp. 100.000.000,- untuk makanan, maka total biaya keseluruhan adalah Rp. 100.000.000,- : 30% (kalau kita memilih 30% sebagai besarnya porsi makanan) atau  Rp. 100.000.000,- : 40% (kalau kita memilih 40% sebagai besarnya porsi makanan).
Yang sering menjadi pertanyaan, bolehkah menentukan porsi makanan di luar 30-40% ? Misalnya 20% atau 10%. Boleh saja. Anda bisa menentukan persentase yang berbeda. Ini pesta Anda. Keputusan di tangan Anda. Namun, yang disadari bersama, semua keputusan ada konsekuensinya.
Misalnya Anda memutuskan: ah, buat saya, makanan mengambil porsi 20% saja. Maka total biaya pesta pernikahan Anda akan lebih besar daripada bila Anda menentukan 30% atau 40% untuk makanan. Kenapa begitu? Kita ambil contoh di atas. Misalnya makanan Rp. 100.000.000,-. Maka Rp. 100.000.000,- : 20% adalah lebih besar dibanding Rp. 100.000.000,- : 30% atau Rp. 100.000.000,- : 40%. Coba deh hitung sendiri.
Lalu ada lagi dari kita yang berpendapat: kalau begitu, saya mau makanan mengambil porsi 50% saja. Untuk ini saya sarankan: jangan. Ingat, ada 7 keperluan pesta pernikahan. Makanan salah satunya. Nah, kalau untuk makanan saja sudah 50%, maka 50% sisanya harus dibagi untuk 6 keperluan yang lain. Apa cukup? Saya rasa tidak.
Kalau kita sudah cukup memahami persentase makanan, maka persoalan berikut adalah: bagaimana cara menghitung makanan? Ini menarik.
Rumus standar dalam menghitung makanan = jumlah undangan x 2
Tips menghitung makanan :

  1. Jangan dikurangi 10% apalagi 15%.

Karena untuk standing party/pesta secara prasmanan bisa saja 1 undangan yang datang 6 orang: suami, istri, 2 anak, dan 2 babysitter. Atau bila yang diundang adalah pasangan paruh baya, mereka akan mengajak 2 atau 3 anaknya yang remaja.
Kenapa bisa begitu? Karena di Indonesia, pesta pernikahan adalah family affair, bukan personal affair seperti di negara barat sana. Itu sah-sah saja. It’s part of our culture.

  1. Jangan mengundang lewat sosial media atau SMS.

Untuk acara launching produk, atau pameran, mungkin efektif mengundang lewat sosial media dan SMS. Tapi ini acara pernikahan. Selain kurang sopan, pesta pernikahan seyogyanya sekali seumur hidup.
Jadi harus dibuat sangat berkesan. Dan kesan pertama yang diperoleh seseorang adalah lewat sepucuk undangan. Selain itu, dalam hubungan dengan menghitung makanan, kalau lewat sosial media dan SMS sulit menghitung jumlah orang yang akan hadir. Bisa-bisa banyak yang datang walaupun tidak diundang.
Bagi kalian yang sudah menentukan katering tertentu atau sudah booking hotel tertentu, pasti kalian sudah memiliki menu mereka beserta harganya. Yuk, kita hitung sama-sama. Di samping saya sudah ada menu dari Catering XXX.
Contoh: Jumlah undangan = 500 buah.
Berarti jumlah yang hadir = 500 x 2 = 1000 orang.

Buffet 500 orang x Rp. 25.000,- = Rp. 12.500.000,-
Stall/gubuk 500 orang x 3 = 1500 porsi
Total 1000 orang

Kenapa untuk stall dikali 3? Karena berdasarkan pengalaman saya, satu orang akan mencicipi rata-rata 3 jenis makanan. Jadi misalnya kita memilih Tempura @ Rp. 15.000,-, Dim Sum @ Rp. 10.000,- dan Empal Gentong @ Rp. 12.500,- maka:

Tempura 500 x Rp. 15.000,- Rp. 7.500.000,-
Dim Sum 500 x Rp. 10.000,- Rp. 5.000.000,-
Empal Gentong 500 x Rp. 12.500,- Rp. 6.250.000,-
Total Stall/gubuk 1500 Rp. 18.750.000,-
Buffet Rp. 12.500.000,-
Total makanan Rp. 31.250.000,-

 
Total biaya pesta bila asumsi makanan = 30% adalah:
Rp. 31.250.000,- : 30% = Rp. 104.167.000,-
Total biaya pesta bila asumsi makanan = 40% adalah
Rp. 31.250.000,- : 40% = Rp. 78.125.000,-
Misalnya:
Tempura 600 porsi diibagi dalam 3 gubuk, masing-masing 200 porsi.
Dim Sum 500 porsi dibagi dalam 2 gubuk, masing-masing 250 porsi.
Empal Gentong 400 porsi dibagi dalam 2 gubuk, masing-masing 200 porsi.
Unsur kedua dalam pesta pernikahan adalah dekorasi dan bunga yang (lagi-lagi) menurut internationally accepted mengambil porsi 15-20%. Jadi kalau kalian sudah mengetahui total biaya pernikahan kalian, misalnya Rp. 104.167.000,- seperti contoh di atas, maka biaya dekorasi adalah :
15% x  Rp. 104.167.000,- = Rp. 15.625.050,-
20% x Rp. 104.167.000,- = Rp. 20.833.400,-
Sekali lagi, susunlah biaya makanan untuk pesta pernikahan secara realistis. Misalnya uang yang kita miliki Rp. 100.000.000,- tidak bisa ditambah (dengan cara kredit bank/pinjam ke orang tua, dll, pokoknya sudah tidak mungkin lagi) maka anggarkanlah untuk makanan sebesar 30% atau 40% yaitu Rp. 30.000.000,- atau Rp. 40.000.000,-. Caranya dengan mengurangi jumlah undangan atau mencari katering atau hotel yang harganya masuk dengan budget.
Tips:

  1. Untuk gubuk/stall, jangan memilih jenis makanan terlalu banyak. Lebih baik jumlah makanan dari tiap jenis makanan cukup banyak, dibandingkan jenis makanannya banyak, tapi jumlah tiap jenis jadi sedikit. Jenis makanan yang terlalu banyak dan berbeda-beda menggoda orang untuk mencicipi semuanya. Mereka tidak menghabiskan makanan yang diambil, malah mengambil makanan jenis lain untuk sekedar mencicipi. Ini dapat mengakibatkan kekurangan makanan.
  2. Setelah mendapat gedung, segera pesan katering langganan kalian. Jika kalian tidak mempunyai katering langganan, coba cari rekomendasi dari teman atau keluarga. Atau jika kalian menyukai masakan di suatu pesta di mana kalian diundang, segera lihat nama kateringnya dari seragam para pelayannya, atau ambil kartu nama katering tersebut yang biasanya diletakkan di meja-meja masakan (walaupun saya kurang setuju mengenai peletakan kartu nama di suatu acara pernikahan. Kesannya kurang elegan).
  3. Jumlah porsi tiap masakan tidak perlu sama. Seperti contoh tadi, bisa saja Tempuranya 600, Empal Gentong jadi 400. Dan setiap jenis makanan dibagi dalam beberapa gubuk. Jumlah gubuk untuk tiap makanan tidak perlu sama, namun minimum dua untuk mencegah antrian yang terlalu panjang.*

Text by: Diany Pranata Chandra
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here