Menikah Mudah? Ini yang Harus Diperhatikan

0
1060
Ilustrasi Istimewa/Thewedding.id

TIDAK jarang pasangan muda sudah memiliki komitmen untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Mereka beranggapan bahwa keputusan untuk menikah di usia muda adalah sebuah pilihan yang harus diambil manakala mereka sudah lama berpacaran.
Namun, keputusan untuk menikah mudah juga harus dipertimbangkan dengan matang. Jangan hanya berdasarkan pada adanya cinta saja, melainkan juga harus mempertimbangkan faktor lainnya agar saat menikah nanti, Anda sudah siap dengan resiko yang akan muncul saat membina rumah tangga.
Apa saja yang harus dipertimbangkan? Berikut ini adalah penjelasannya :
Terima Semua Kekurangan Pasangan Anda
Saat sudah memutuskan untuk menikahi pasangan Anda, maka sejak saat itu jugalah Anda sudah siap untuk berkomitmen untuk hidup berumah tangga. Karena itu ada baiknya saat memutuskan untuk menikah, Anda sudah mengenal betul siapa calon Anda tersebut terutama semua kekurangannya. Ingatlah bahwa menikah itu juga berarti menikahi semua kekurangan yang ada di dalam dirinya dan Anda juga harus membiasakan diri dengan kekurangan pada pasangan Anda tersebut.
Pasangan Anda bukan Sosok Sempurna
Pahamilah bahwa pasangan Anda bukanlah sosok sempurna. Yang harus Anda pertimbangkan adalah  bahwa Anda harus bisa melengkapi kekurangan pasangan Anda sehingga membuatnya menjadi sempurna. Karena itu redamlah ego Anda untuk memiliki pasangan yang sempurna buat Anda di masa depan.
Bagaimana Meredakan Pertengkaran
Tidak jarang pertengkaran atau keributan kerap terjadi saat sudah berumah tangga. Kenalilah calon Anda tersebut terutama bagaimana mereka mencoba mengatasi pertengkaran yang terjadi. Ada pasangan yang memilih menghindari pertengkaran dan enggan untuk menghadapi masalah yang terjadi di antara kalian berdua. Jika sudah demikian, tinggal tergantung Anda sendiri dalam menyikapi pasangan Anda tersebut.
Tetap Berpikir Positif
Menikah muda itu tidak mudah apalagi kalau mentalnya juga tidak terlalu siap. Karena itu Anda harus menyiapkan mental untuk menghadapi cobaan yang datang dari luar maupun dari dalam hubungan Anda sendiri.
Untuk itu Anda tetap harus berpikir positif dan memiliki mental mengalah, memaafkan dan selalu tabah dalam menghadapi semua cobaan yang bakal terjadi dalam kehidupan rumah tangga Anda nantinya. Mental dapat dilatih dengan membiasakan diri melihat masalah-masalah yang kalian hadapi dalam kehidupan dari sudut pandang yang positif.
Jangan Letih untuk Belajar
Selain landasan cinta dalam menikahi pasangan Anda, Anda juga harus mulai memahami bahwa saat berumah tangga nanti akan ada proses belajar  untuk saling mengenali satu sama lain. Jangan pernah lelah untuk belajar terutama dalam memahami pasangan Anda tersebut. Setiap hal baru dalam rumah tangga adalah proses yang harus dilalui dengan belajar. Anda akan belajar bagaimana menghadapi setiap persoalan yang muncul untuk kemudian dipecahkan bersama dengan pasangan.
Putuskan Dimana Nanti Akan Tinggal Setelah Menikah
Anda juga harus bisa memutuskan dimana nantinya akan tinggal. Ini tidak berarti Anda harus menyiapkan rumah BTN atau apartemen. Tapi yang terpenting Anda harus bisa memahami semua konsekuensinya jika nantinya akan tinggal di rumah kontrakan atau tinggal bersama dengan mertua. Tentunya akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi bersama.
Kesiapan Finansial dan Pekerjaan
Biasanya pasangan muda belum memiliki kematangan finansial. Meski demikian, jika Anda sudah memutuskan untuk menikah di usia muda, maka pasangan Anda harus bisa menerima dengan baik kemampuan finansial yang Anda miliki. Selain itu biasanya pasangan muda belum memiliki pekerjaan yang stabil. Siapkan diri akan hal tersebut dan yakinlah bahwa Anda akan memiliki karir yang baik setelah menikah nanti.
Siap Menjalani Kehidupan yang Sederhana
Saat menikah muda, Anda dan pasangan harus siap untuk hidup sederhana. Bahkan mungkin suatu ketika merasa kekurangan materi. Ini harus dibicarakan dengan baik berdua dengan pasangan bagaimana menghadapi masa-masa sulit nanti. Anda juga harus memahami bahwa bila belum memiliki finansial dan pekerjaan yang stabil maka akan siap dengan kehidupan yang keras dan penuh kesederhanaan.
 
Ani Lestari/AL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here