Tata Cara Mengurus Pendaftaran Pernikahan di KUA

0
21421
Pendaftaran Pernikahan di KUA
Ilustrasi - Freepik

PERSIAPAN pernikahan tidak hanya sebatas menyiapkan pesta, gaun pengantin atau cincin pernikahan. Hal penting lain yang harus kamu lakukan adalah mengurus surat-surat dan mendaftarkan diri ke KUA. Tentu menjadi tidak lucu jika kamu dan pasangan batal menikah hanya karena tidak ada penghulu, kan? Namun, banyak pasangan yang merasa bingung bagaimana cara mengurus surat nikah dan akhirnya menyerahkan hal tersebut pada wedding organizer (WO). Nah, pada artikel kali ini kami akan menjabarkan lebih detil hal penting apa yang harus disiapkan saat mengurus surat nikah di KUA.

Menentukan Lokasi Akad Nikah

Tahukah kamu, ternyata lokasi akad nikah menentukan di KUA mana kamu harus mendaftarkan pernikahan. Apabila kamu dan pasangan memiliki wilayah tinggal yang sama dan ingin menggelar akad nikah di daerah tempat tinggal tidak akan menjadi masalah. Namun jika kamu menikah di luar lokasi tempat tinggal, akan lain lagi urusannya, kamu harus mengurus surat numpang nikah terlebih dulu.
Misalnya kamu berdomisili di kecamatan Pancoran dan ingin melangsungkan pernikahan di kediaman pasangan yang berlokasi di Depok, maka kamu harus mengurus surat izin menikah di KUA Pancoran terlebih dulu sebelum mengurus segala persyaratan lainnya di Bekasi.

Persiapkan Surat Nikah dari Jauh Hari

Ada baiknya jika kamu mengurus surat nikah enam belum sebelum pernikahan. Apalagi jika kamu ingin menikah pukul 9 atau 10 pagi di hari weekend. Jika kamu kurang cepat, bisa-bisa kamu tidak kebagian penghulu. Masa pernikahanmu batal hanya karena itu?

Menyiapkan Dokumen-Dokumen yang Diperlukan

Berikut beberapa dokumen yang harus kamu siapkan ketika mendaftar ke KUA

  • Surat keterangan untuk nikah (model N1)
  • Surat keterangan asal-usul (model N2)
  • Surat persetujuan mempelai (model N3)
  • Surat keterangan tentang orang tua (model N4)
  • Surat izin orang tua (model N5)
  • Surat keterangan kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang (model N6)
  • Pemberitahuan kehendak nikah (model N7)
  • Fotocopy KTP dan KK
  • Fotocopy kedua saksi nikah
  • Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I calon pengantin wanita, Kartu imunisasi, dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat
  • Akta cerai/thalak bagi calon pengantin yang janda atau duda
  • Pas foto 2×3 sebanyak 5 lembar
  • Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orang tua/wali
  • Surat Izin Komandan bagi Anggota ABRI/POLRI (SIK)
  • Dispensasi Camat bagi yang Kurang 10 Hari Kerja
  • Izin Pengadilan bagi Calon Pengantin di Bawah Umur
  • Izin Poligami dari Pengadilan bagi yang Beristeri Lebih dari Seorang
  • Surat Rekomendasi Nikah
  • Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000,-
  • Surat Keterangan Model K1 bagi WNI Keturunan Asing

Proses Pengurasan Surat Nikah

Untuk Calon Pengantin Pria (CPP):

  • Pengantar RT/RW dibawa ke kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 & N4
  • Datang ke KUA setempat untuk mendapatkan Surat Pengantar/Rekomendasi Nikah (Jika tempat tinggal pasanganmu berbeda wilayah denganmu)
  • Jika calon Istri sedaerah/kecamatan, berkas CPP diserahkan ke pihak CPW

Yang harus dilampirkan:

  • Fotokopi KTP,
  • Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK).
  • Pas Foto 3 x 4 = 2 lembar, jika CPW di luar daerah,
  • Pas Foto 2 x 3 = 5 lembar, jika CPW sewilayah/kecamatan

Untuk Calon Pengantin Wanita (CPW)

  • Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 dan N4
  • Datang ke KUA setempat untuk mendaftarkan nikah dan pemeriksaan administrasi (bersama wali dan CPP)
  • CPP dan CPW sebelum pelaksanaan nikah akan mendapatkan Penasihatan Perkawinan dari BP4

Lampiran yang dibawa adalah segala berkas yang telah disebutkan sebelumnya. Nah, jika kamu dan pasangan ternyata sama-sama menikah di luar daerah masing-masing, jangan lupa untuk membawa surat menumpang menikah ke KUA di wilayah tempat pernikahanmu.  Setelah itu, kamu akan mendapatkan surat N7 atau surat pendaftaran KUA. Di sini kamu harus menyampaikan info penting mengenai jam akad nikah, jam penjemputan penghulu dan lokasinya, tanyakan pula apakah sari tilawah dan qori disiapkan oleh penghulu atau dari pihak kamu sendiri, MC akad nikah, dan wali nikah.
ELSA FATURAHMAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here