Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
filter_list
my_location
search

Inspirasi Belle Epoque dalam Busana Pengantin Rancangan Yenty Tan


BELLE EPOQUE merupakan sebuah era keemasan bangsa Barat yang berlangsung dalam rentang waktu 1895 hingga 1914. Era ini ditandai dengan kemakmuran, kemajuan ilmiah, inovasi teknologi dan kemasyuran seni budaya.
“Pada era ini, tidak hanya kalangan borjuasi Perancis saja yang dapat merasakan kehidupan mewah, dan serba luks, namun kaum kelas bawah seperti petani pun merasakan peningkatan taraf hidup. Mereka juga mampu mengenakan pakaian yang indah,” jelas Yenty Tan, Sabtu (23/9).
Yenty Tan mengaku sangat tertarik dengan gaun-gaun pada era klasik, yang memiliki kerah tinggi, serta panjang gaun menjuntai dan mewah. Namun, untuk rancangannya kali ini, Yenty hanya mengambil kesan glamournya dan melakukan inovasi di beberapa bagian.
“Tidak hanya kristal dan mutiara, tapi juga saya mengaplikasikan teknik lipit yang saya jahit sendiri dengan detail sehingga terlihat lebih mahal,” terang Yenty.
Gaun dengan rok bustle (sumpalan/padding) yang akrab di masa lalu bersalin rupa menjadi terusan sleveless berpotongan flare, rok lurus melebar di bawah, dalam nada warna lembut seperti abu-abu, putih, dan keperakan. Bahan-bahan halus semacam satin duchess, lace, tulle digunakan sang Desainer untuk menggambarkan karakter perempuan yang datang dari kalangan atas.
Meski mengambil era klasik, Yenty merancang 12 gaun cocktail dan 12 busana pengantinnya dengan citra megah, mewah, modern dan kekinian. Kekinian terasa ketika Yenty memberanikan diri ikut menampilkan gaun-gaun panjang tembus pandang yang tengah menjadi arus mode masa kini dalam warna biru muda, nude, dan moka.
Berkenaan dengan penyelenggaraan pameran pernikahan The New Beginning Westin Wedding, gaun-gaun indah tersebut dipersembahkan untuk para pecinta mode di Prefunction Two Westin Hotel, Jakarta.
Soal kendala, Yenty Tan mengaku harus berpacu dengan waktu saat membuat semua hasil karya rancangannya ini. Dalam waktu empat bulan, Yenty harus menyelesaikan sebanyak 24 gaun yang hampir semuanya handmade.
Sedangkan ditanya soal rencana kedepan, Yenti mengatakan, “Saya berharap dua tahun kedepan dapat menggelar show tunggal untuk evening gown dan bridal gown”.
ELSA FATURAHMAH