Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

10 Fakta dan Aturan Unik Seputar Tradisi Pernikahan di Korea


SIAPA yang tengah menanti kabar pesta pernikahan Song Hye Kyo dan Song Jong Ki yang akan digelar esok hari? Cerita cinta pasangan asal Korea Selatan ini memang terasa mengejutkan bagi para penggemarnya. Tak heran, jika sampai muncul tagar #HariPatahHatiInternasional dari kalangan warganet di Indonesia sebagai respon dari kabar pernikahan mereka.
Eitss, tapi bukan pernikahan mereka yang akan kami bahas di artikel ini fellas. Korea Selatan seperti halnya di negara lain tentu punya sederet aturan dan tradisi yang diterapkan ya.  Untuk itu tak ada salahnya jika kita mengenal beberapa fakta dan aturan seputar tradisi pernikahan di Korea Selatan menurut Wendy Lee wedding planner yang dilansir dari huffingtonpost.

1. Apakah ada kartu undangan?

wedding invitation

Ilustrasi Kartu Undangan – Instgram | @hummingbird_invitation


Kartu undangan menjadi media yang lazim digunakan kedua mempelai untuk mengundang para tamu ke pesta pernikahan. Namun dalam budaya Korea tidak semua pasangan akan membagikan undangan pernikahan lo.
Biasanya pihak orangtua kedua mempelai justru  menyampaikan kabar bahagia ini kepada tamu undangan secara lisan tanpa undangan resmi. Meskipun tanpa kartu undangan, bukan berarti kehadiran tamu tersebut tidak penting bagi kedua mempelai. 

2. Busana apa yang harus dikenakan tamu undangan?

Di hari pernikahan anggota keluarga wanita yang lebih tua akan mengenakan pakaian tradisional Korea. Sedangkan para tamu bebas mengenakan pakaian bisnis atau pakaian casual yang cocok untuk pesta pernikahan. Selain itu, dalam budaya Korea juga tidak ditemukan larangan penggunaan warna tertentu oleh tamu undangan. Jadi para tamu bebas menggunakan baju terbaik dengan warna yang mereka suka.

3. Memberikan uang atau kado pernikahan?

Beberapa orang memilih untuk memberikan barang-barang rumah tangga, namun kebanyakan tamu memberikan hadiah uang. Jika kamu berniat memberi uang tunai, pastikan bahwa uang dalam kondisi baru. Pun dengan amplop yang digunakan. Sementara untuk jumlah uang yang diberikan, harus didasarkan pada kedekatan hubungan tamu undangan dengan kedua mempelai.

4. Hidangan apa yang disajikan di Pesta Pernikahan Korea? 

Sebagian besar hidangan resepsi pernikahan Korea terdiri dari menu western. Namun tak menutup kemungkinan pula, ada pasangan yang menyediakan menu khas Korea seperti daging bulgogi, galbi yang direndam rusuk pendek dan hidangan kimchi yang sangat populer.
Hidangan tradisional lain yang biasanya akan kamu temui dalam pernikahan orang Korea adalah ramyeon, sejenis mie yang melambangkan harapan kedua mempelai untuk panjang umur dan bahagia.

5. Bolehkah tamu undangan menghadiri upacara pernikahan?

Dahulu, upacara pernikahan tradisional  di Korea hanya dilakukan di hadapan keluarga mempelai pria. Namun tradisi tersebut tidak selalu diterapkan. Kini upacara pernikahan pun bisa disaksikan dalam resepsi pernikahan bersama seluruh keluarga tamu undangan.

6. Tradisi pemberian angsa atau bebek

Ada tradisi unik dalam budaya pernikahan di Korea. Mempelai laki-laki akan memberi ibu dari mempelai wanita sebuah angsa hidup sebagai hewan yang melambangkan kesetiaan, kemurniaan, dan dapat dipercaya. Namun sayangnya, tradisi tersebut sudah mengalami modifikasi yakni mengganti angsa hidup dengan hiasan angsa atau bebek.

7. Apa busana yang akan dikenakan pengantin wanita?

Tren Gaun Pengantin 2018

Ilustrasi – Pixabay


Lazimnya pengantin wanita Korea akan menyiapkan tiga busana untuk hari pernikahan. Sebuah gaun pengantin putih untuk upacara pernikahan, busana tradisional Korea atau hanbook untuk pernikahan tradisional Korea dan busana untuk upacara paebek (ritual pengantin dalam mencari berkah dari orang tua mereka).

8. Tradisi titik merah di wajah

Jangan heran kalau kamu melihat lingkaran merah di dahi (jonji) dan pipi (gongi) pengantin wanita. Pasalnya, lingkaran merah tersebut bukan akibat dari kesalahan makeup yang disengaja. Lingkaran merah tersebut dipercaya berfungsi mengusir roh jahat dan memberi kemurnian pada pengantin wanita. Selain itu, tanda merah di wajah pengantin juga melambangkan cinta terhadap pengantin wanita.

9. Tradisi berlutut pengantin Korea

Upacara paebek biasanya dimulai dengan orang tua duduk di atas bantal di belakang meja rendah yang dipenuhi berbagai barang. Lalu mempelai wanita dan pria pun akan berhadapan dan tunduk atau berlutut pada orang tua mereka masing-masing. Tradisi ini melambangkan keluarga yang telah bersatu.

10. Berapa bujet yang dihabiskan pengantin Korea?


Pesta pernikahan di manapun digelar selalu menghabiskan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, termasuk di Korea Selatan. Dilansir dari jejuweekly, sebuah survei yang dilakukan oleh The Korea Consumer Agency menunjukan bahwa pasangan di Korea  rata-rata mengeluarkan biaya sebesar 45.9 juta won atau sekitar 550 juta rupiah per orang untuk mempersiapkan pernikahannya.
Namun angka tersebut bukan sebatas untuk biaya pesta saja. Pasalnya, mereka juga menyisihkan sekitar 32.6% dari total biaya untuk membeli furniture dan peralatan untuk rumah baru. Uniknya, dari survei yang melibatkan 2000 pasangan tersebut juga ditemukan bahwa 94.6% responden merasa terlalu berlebihan dalam membeli peralatan rumah tangga dan kado pernikahan.(*)