Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Yakinkah Ingin Tunangan dengan Si Dia?


Setelah jalan bareng alias kencan sama si dia, tiba waktunya dia pop-up the question: “Maukah menikah denganku?” – Wow, tentu saja cincin tunangan pun menyambut. Tapi yakin nih mau tunangan dengan si dia?

Momen tunangan memang jadi langkah awal untuk melangkah ke mahligai pernikahan. Tentu saja setelah kamu dan si dia mantap banget-banget.

Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya nggak ada ‘orang yang tepat’ (untuk satu orang) tapi lebih ke ‘tipe yang sempurna’?

Setidaknya itu menurut Lesli Doares, konsultan pasangan dan pernikahan dari Foundations Coaching. Menurutnya, itu disebabkan tipe orang yang diinginkan (sebagai pasangan) bisa berubah terus selama hidup, karena ya kita sendiri cenderung berubah terus – meski tak signifikan.

Atribut yang berbeda pun berbeda untuk di tiap kesempatan masa hidup kita.

Kalau merasa belum mantap?

Cekidot deh beberapa poin ini:

 

1.  Mereka komit ingin bekerjasama

Ya, mereka yang tepat untuk kita pasti cenderung untuk kompromi atau mudah diajak ngobrol, mudah untuk berbagi dan penuh dengan respek, menyenangkan dan becandanya nyambung banget. “Chemistry dan keinginan menyamai atau mendukung (baca: menutupi kekurangan pasangan) jadi poin lainnya,” ujar Dr.Rebekah Montgomery, psikolog klinis yang suka menolong pasangan untuk menikah.

Mudah diajak ngobrol dan kompromi berarti mereka nggak mudah tersinggung dan nggak mudah julid karena apa yang di kepala atau apa yang diinginkan mereka nyatanya nggak bisa matching dengan inginnya kamu.

Jika saja sedikit-sedikit mereka tersinggun, sedikit-sedikit mereka marah, itu bisa jadi karena personality disorder atau ketak-siapan mereka untuk jalan berdua sebagai pasangan serius ke depannya.

 

2.  Ketaksempurnaan Bukanlah Masalah

Mereka yang benar-benar cocok sebagai tunangan yang nantinya jadi pasangan kamu selamanya pastinya tak mempermasalahkan kekurangan kamu. Sejauh kamu menyadari kekurangan kamu – karena ada banyak pasangan yang tidak menyadari kekurangan tapi malah denial akan kekurangannya tersebut – dirinya tak akan masalah dengan itu semua. Saling mengisi, saling mendukung.

 

Baca juga: Bisa-Bisanya Kok Dia Berubah Setelah Menikah? Baca Dulu 4 Mitos Salah Tentang Pernikahan (Untuk Para Suami)

 

3.  Menghadapi tantangan bareng-bareng dan hubungan makin kuat

Menurut Dr. Montgomery, sebelum menentukan pasangan yang ‘sempurna’ – itu akan membutuhkan waktu selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Karena itu akan melibatkan banyak pengalaman berbagi satu sama lain. Baik suka dan duka.

“Hubungan asmara memang sering mudah dan asyik di awal. Tapi seiring dengan waktu, pasti akan ada masalah yang datang. Nah, masalah itu yang menguji diri masing-masing pasangan, apakah tetap saling dukung satu sama lain atau saling menyalahkan satu sama lain,” jelas Dr. Montgomery.

 

4.  Merasa nyaman dengan diri sendiri saat bersama-sama

Mereka yang memang ‘sempurna’ untuk kita pasti akan memberikan rasa dicintai dan aman. Kamu pun merasa aman menjadi diri sendiri karena merasa diterima. Demikian Doares.

Mereka pun akan membuat waktu khusus untuk kamu, mendengarkan kamu dan memberikan dukungan untuk kamu.

 

Baca juga: Aduh! Kalau Sudah Cinta, Kok Masih Suka Bohong?

 

5.  Nilai-nilai, tujuan dan pernak-pernik yang dipegang menyatu satu sama lain

Tiap orang punya nilai-nilai kehidupan , tujuan hidup dan pernak-pernik receh yang berbeda-beda. Tapi jika kamu dan si dia nyatanya punya kesemuanya tersebut dan sama banget, bisa jadi dia adalah ‘the one’-nya kamu.

 

Summary

Kesemua atribut tadi disertai kecocokan dari pemikiran intelejensia, rasa humor dan ambisi.

Kalau semua faktor pendukungnya cocok, pastinya jalannya juga asyik. Jadi nggak usah banyak berantem dan ngambek-ngambekan nggak penting. Demikian lansiran dari Elite Daily.

Ya, kan?

 

 

 

 

Penulis: aldo thewedding.id

Foto: medium