Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

5 Poin Pentingnya Perjanjian Pra-Nikah


Jadi apakah perlu menandatangani perjanjian pra-nikah?

Meski banyak pandangan yang berpendapat perjanjian pranikah lebih cocok dilakukan calon suami-istri dengan kondisi dan situasi tertentu, bukan berarti mereka yang biasa-biasa saja tak bisa melakukan perjanjian pranikah. 

Perjanjian pra nikah (Prenuptial Agreement) adalah perjanjian yang dibuat sebelum pengucapan sumpah dilangsungkan dan mengikat kedua belah pihak dari calon pengantin yang akan menikah.


Sebagian pasangan calon pengantin mungkin belum familiar dengan hal ini sebagian besar dari mereka pasti bertanya-tanya apakah dengan membuat suatu perjanjian kedua calon pasangan yang akan melangsungkan pernikahan (menikah) bisa dibenarkan menurut kacamata hukum di Indonesia.


Sesungguhnya dengan membuat suatu perjanjian yang dilakukan sebelum berlangsungnya pengucapan sumpah dan janji kamu bersama dengan pasangan tentunya hal tersebut diperbolehkan menurut hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan catatan, perjanjian tersebut dibuat sesuai dengan hukum, agama dan kesusilaan, nilai-nilai moral serta adat istiadat di Indonesia.


Dahulu perjanjian pra nikah hanya mengatur tentang percampuran harta pribadi, pemisahan harta masing-masing, menetapkan ikatan hipotik antara harta pribadi dan harta bersama.


Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan emansipasi perempuan, maka perjanjian pra-nikah tidak lagi mengatur mengenai harta benda, melainkan hal-hal lain yang lebih penting, misalnya perlindungan kamu sebagai istri atau suami terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.


Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk melakukan perjanjian pra nikah. 

Berikut ini adalah manfaat dari perjanjian pra-nikah:


1.  Saling Terbuka Masalah Keuangan
Bukankah pasangan suami-istri harus memiliki sikap keterbukaan? Termasuk dalam hal keuangan. Masing-masing pihak dapat melindungi kemauannya dalam perjanjian ini.


2.  Menghindari Sifat Boros
Dengan melakukan perjanjian pra nikah, kamu dan pasangan bisa terlindung dari penyakit boros yang dimiliki salah satu dari kalian. Dengan adanya perjanjian ini, maka pihak yang boros harus menaati semua aturan-aturan yang sudah disepakati dalam perjanjian pra-nikah.

 

Baca juga Ssst! Ini Kenapa Wajib Check Up Pra-Nikah


3.  Terhindar Maksud Buruk Salah Satu Pasangan
Menikah karena harta? Ah, pasti pernah mendengar hal tersebut. Tak bisa dipungkiri kalau hal tersebut bisa terjadi oleh kalangan-kalangan tertentu. Namun, tak ada salahnya untuk kamu melakukan perjanjian pra-nikah untuk menghindari kemungkinan buruk seperti menikah hanya untuk mendapatkan harta gono-gini.


4.  Melindungi Salah Satu Pihak dari Tindakan Hukum
Dengan melakukan perjanjian pra-nikah kamu atau pasangan bisa terlindung dari jerat hukum yang mungkin saja dilakukan salah satu dari kalian (kamu dan pasangan). Misalnya, apabila salah satu pihak mengajukan kredit biasanya akan dilakukan penandatanganan perjanjian kredit oleh suami-istri sehingga hutang kredit tersebut ditanggung bersama. Namun, dengan adanya perjanjian ini, maka yang mengajukan kredit bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan bukan menjadi tanggung jawab bersama.


5.  Perlindungan bagi Wanita WNI
Apabila kamu menikah dengan pria berkebangsaan asing maka wajib hukumnya melakukan perjanjian pra-nikah. Perjanjian pra-nikah sangat dibutuhkan untuk mengatur kewarganegaraan yang dimiliki oleh calon anak.

 

 

Summary:

Cinta memang indah, tapi jangan sampai cinta memabukkan. Selain buka hati lebar-lebar untuk mencintai pasangan, kita juga perlu buka lebar-lebar logika yang ada. 

Perjanjian pra-nikah menjaga akses buruk dari konflik yang tak mengenakkan. Apalagi kalau bukan poin 'tak ada yang abadi di dunia' ini. People change. Tapi, yuk, let's hope it change for positive things!

 

 

 

Ani Lestari

Berbagai sumber

Foto: various sources