Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Apa Itu 3 Pemicu Sindrom Pra-Nikah?


Rasa khawatir dan cemas memang sering menghampiri sebagian pasangan calon pengantin. Tak jarang mereka yang sedang mengalami sindrom ini tepancing emosi hingga mengakibatkan pertengkaran keduanya.


Detik-detik menjelang pernikahan memang suatu hal yang paling menegangkan dalam hidup. Karena kamu akan menjalani kehidupan yang baru dan tidak sama lagi seperti kehidupan sebelumnya.


Tingkat stres yang tinggi serta rasa lelah karena persiapan pernikahan yang sangat banyak biasanya dipicu dengan perubahan status sosial yang sebentar lagi berubah. 

Selain kekhawatiran yang berlebih, sindrom pranikah juga diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu:
 

1.  Belum Benar-Benar Siap

Menjalani kehidupan rumah tangga memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Membayangkan indahnya kehidupan rumah tangga bersama kekasih memang hal yang membahagiakan.
Namun, sebagian dari mereka hanya membayangkan yang mudah tanpa belajar untuk menerima kekurangan-kekurangan dari pasangannya. Sehingga mereka belum benar-benar siap untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya.
 

2.  Kejenuhan Terhadap Pasangan

Hampir semua orang pasti pernah mengalami rasa jenuh. Jenuh bisa timbul karena rutinitas atau kegiatan yang selalu berulang. Tak jauh berbeda dengan hubungan percintaan.
Menjalin hubungan kekasih selama bertahun-tahun dan memutuskan untuk menikah terkadang bikin kita merasa jenuh dan ingin menjalani hubungan dengan orang yang baru. Makanya, pacaran yang bertahun-tahun tidak menjamin akan berakhir di pelaminan.
 

Baca juga 5 Poin Pentingnya Perjanjian Pra-Nikah

 

3.  Ragu ke Pasangan

Faktor yang satu ini mungkin menjadi salah satu beban pikiran. Karena setelah pengucapan janji dan dinyatakan resmi, maka kamu nggak bisa mundur lagi. Mungkin berbagai macam pertanyaan seperti “Apakah dia bisa membahagiakan saya nanti?” atau “Apakah pendapatan saya cukup untuk menghidupi istri dan anak nanti?”

 

Summary:
Nggak bisa dipungkiri sindrom pra-nikah bisa menimbulkan bermacam pikiran negatif ke pasangan. Namun, semua yang terjadi dalam fase ini akan memberikan satu pelajaran yang sangat berarti untuk kamu dan pasangan.
Untuk itu, menjaga komunikasi dan saling percaya terhadap pasangan sangat dibutuhkan untuk mengurangi tingkat stres saat menjelang hari pernikahan. Istirahat yang cukup dan refreshing bersama teman dan keluarga bisa membantu untuk menghidupkan mood.

 

Ani Lestari

Various sources