Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Ssst! Ini 5 Cara Hadapi Pasangan Shopaholic


Pasangan kamu shopaholic alias doyan banget belanja ini-itu secara berlebihan? Tenang. Ini cara hadapinya.

Shopaholic jadi satu penyimpangan prilaku yang tergolong sebagai tindakan compulsive buyer, yakni membeli sesuatu secara terus-menerus dan bukan pada kebutuhan. 

Pengidap shopaholic suka lupa diri jika sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan atau butik barang-barang yang membuat hasrat belanjanya gila-gilaan kambuh.

Melihat kebiasaan buruk pasangan yang sudah melampaui batas kewajaran, tentu bakal jadi cemas dan khawatir. Karena itu berpengaruh dengan penghasilan kamu yang diserahkan ke pasangan. 

Agar penyakit gila belanja nggak berkepanjangan, ada baiknya cari tahu kenapa pasangan bisa menjadi shopaholic. Misalnya saja ...


1. Takut Kalah Bersaing
Tergabung dalam grup arisan ‘sosialita’ tak semerta-merta bikin pasangan jadi pintar mengalokasikan gaji bulanan. Arisan justru jadi ajang persaingan sengit antar sesama anggota untuk memamerkan penampilan ujung rambut hingga ujung kaki.

Tak heran pasangan jadi shopaholic untuk memenuhi hasrat kompetitornya. Pasangan tak mau kalah saing soal barang apa yang sedang hits dikalangan rekan-rekan sosialitanya.

Solusi:

Jangan lupa untuk mengingatkan dirinya secara konstan untuk tak terlalu sering datang ke arisan. Atau, rundingkan dengan dirinya, arisan mana saja yang 'aman' untuk diikuti. Plus, 'jatahi' berapa arisan yang harus diikuti. Mungkin dua arisan cukup atau satu arisan sudah cukup.


 

2. Kurang Perhatian 
Ya, bisa jadi kamu terlalu sibuk bekerja sehingga tak punya banyak waktu untuk pasangan. Merasa tidak mendapat perhatian, akhirnya pasangan mencari pelampiasan dengan pergi berbelanja dan berbelanja. 

Bisa jadi tujuannya berbelanja adalah untuk membuat penampilan dirinya semakin cantik dan indah dipandang kamu. Tapi jika itu belum juga bikin kamu ngeh, bisa jadi rasa konsumtifnya malah jadi pelarian diri buatnya untuk menghabiskan waktu saja!

Solusi: 

Cobalah beri perhatian disela-sela kesibukan. Cukup ajak ngobrol di WA atau secara intens ingatkan dia untuk makan siang atau ngemil menu sehat. 

 

Baca Inikah Ciri Calon Suami Idaman?


3.  Intens Pantengin Tokol 
Jika dulu koleksi majalah gaya hidup menumpuk di rumah bisa bikin orang ngiler melihat halaman demi halaman modenya, sekarang cukup tunggu notif dari aplikasi tokol alias toko online shop yang 'centil'.

Duh!

Dari situlah dirinya bisa jadi malah keranjingan beli ini dan itu dengan sekali sentuh!

Solusi:

Menganjurkan dirinya untuk punya satu aplikasi tokol tak akan menyelesaikan masalah habit-nya tersebut. Satu-satunya cara memang mengingatkan dirinya mengenai batas saldo yang diberikan ke dirinya.
 

 

 

 

Summary:
Selain tiga poin di atas, coba kritis dengan memberikan padanya satu kartu kredit saja dengan batas limit yang sudah disepakati bersama. Karena memberikan banyak kartu kredit padanya jelas akan bikin penghasilan kamu berdua jebol.

 

 

 

 

 

 

Tim thewedding.id

Various sources - Foto: ScreenQueens