Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Monica Ivena dan Mety Coa Hadirkan Karya Bertajuk “Women”


Seorang perempuan tidak lepas dari peran ganda yang diembannya. Baik sebagai ibu, istri, pebisnis, maupun profesional. Persamaan latar belakang inilah yang membuat dua desainer Monica Ivena, Mety Coa, serta Faye Liu, pendiri the Clique HK-sebuah brand management berbasis di Hong Kong yang berhasil memperkenalkan talenta-talenta fashion dan kreatif Indonesia ke panggung dunia-menyelenggarakan pagelaran busana bertajuk “Women”.

Mety Coa dalam koleksi Maison Met berjudul ‘Ignite’ terinspirasi dari kepercayaan diri serta kemampuan perempuan memainkan banyak peran dalam kehidupan. Mety menyuguhkan drapery dalam berbagai intepretasi. 

“Drapery is beautiful and very personal,”tutur Mety 

Ia menghadirkan tiga segmen yakni, rose, diamond dan firework dengan suguhan karakter yang berbeda. Pada segmen Rose, hadirlah rangkaian busana berupa gaun-gaun berstruktur dengan dominasi warna baby pink dan light green. Sedangkan segmen diamond menggambarkan sisi perempuan yang tangguh. Deretan busana warna lebih gelap yaitu ice blue dan silver yang berpadu dengan sentuhan warna biru.

Sedangkan segmen fairwork hadir dalam nuansa yang lebih gelap dan bold. Berupa potongan gaun berdetail glittered tule dan pleats dalam pulasan warna merah, dark grey dan hitam. 

Sementara Monica Ivena, mengangkat koleki bertema Le Marie, yang terinspirasi dari sosok Marie Antoinette-ratu terakhir dari kerajaan Perancis, sebelum revolusi Prancis. “Saat menjadi ratu, Marie Antoinette masih berusia sangat muda, namun ia mampu create her own force in fashion,” Monica berujar. 

Bagi Monica, perempuan harus hebat dalam mengurus rumah, dapat menolong suami, mengurus anak, menjadi contoh yang baik untuk anak-anak, dan selalu berusaha memancarkan energi positif untuk lingkungannya.

Esensi tersebut diterjemahkan Monica ke dalam 20 look design yang menjadi identitas gaya Marie Antoinette, seperti potongan korset, siluet ballgown dan permainan komposisi volume. Monica tetap menghadirkan signature-nya dalam mengolah intriksi detail, baik embroidery, maupun beading yang dalam pengerjaannya memerlukan ketekunan. Pemilihan warna-warna pastel tidak mengurangi esensi strong pada sisi perempuan berkat bahan bahan tulle, scuba atau shantung  yang digunakan Monica.*

Penulis: Theresia T.
Foto: Axioo Photography