Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Masih Adakah Cinta Pandangan Pertama Sekarang Ini?


Pertanyaan di atas terdengar begitu lugu dan hmmm, kuno, tapi masih ada relevansinya dengan kita. So, Cinta Pandangan Pertama masih eksis, kah?

Tertarik pada seseorang pada pandangan pertama atau sebut saja Cinta Pandangan Pertama atau jatuh cinta setelah melihat penampakan fisiknya jelas sesuatu yang menarik.

Apakah itu masih mungkin terjadi di era modern yang serba digital seperti sekarang ini?

Apakah itu masih bisa kejadian sebagai fenomena wah, mengingat sekarang ini orang sudah cukup jatuh cinta dengan melihat foto wajah dan fisik seseorang via deretan aplikasi kencan seperti Tinder dan lain sebagainya?

Bukankah cinta pandangan pertama sudah basi?

Lalu apakah hanya Pangeran Harry saja yang mengalami cinta pandangan pertama, mengingat dirinya mengakui kalau dirinya jelas-jelas bilang ‘Aku tahu aku ingin menikahinya begitu bertemu dengannya pertama kali’? begitu ia bertemu dengan Meghan?

Tapi percaya atau tidak, beberapa riset membuktikan 60 persen orang kebanyakan di luar sana (yang jelas-jelas bukan selebriti atau kalangan darah biru) tetap mengalami ‘cinta pada pandangan pertama’ ini.

Di situasi dunia yang modern dengan menjamurnya orang memejengkan profil mereka di aplikasi kencan, jatuh cinta pada pandangan pertama tentu saja punya kekuatan tersendiri. Dan ya, eksis.

Buat kalian, laki-laki dan perempuan jomblo atau mereka yang sinis akan hal ini, percaya deh: ada bukti ilmiah yang mengiyakan kalau ‘love at first sight’ adalah nyata adanya. Dan ya, akan selalu ada.

Kok bisa?

Apa sih cinta pandangan pertama itu? Menjadi pertanyaan awal untuk mendefinisikan konteks seru ini.

Seabrek literatur dan puisi dari masa lalu menggambarkan bahwa cinta pandangan pertama itu adalah kondisi dimana seseorang merasakan perasaan ekstrim, deg-degan, klepek-klepek begitu melihat seseorang yang asing untuk pertama kalinya.

Cinta pandangan pertama benar-benar momen pengalaman yang nyata dirasakan seseorang, tapi kata ‘cinta’ bukan benar-benar tentang cinta, karena ya, masih di awal. Kita belum tahu sisi baik-buruknya orang tersebut.

Studi dari tahun 2017 menyatakan, perasaan ketertarikan pada pandangan pertama adalah jadi daya magnet seseorang untuk membuka diri sehingga terjadinya hubungan asmara yang nyata. Demikian GoalCast melansirnya.

Dr. Trisha Stratford, seorang ahli neuro-psikoterapi, menjelaskan, saat seseorang merasa sedang jatuh cinta orang tersebut sedang berada dalam kondisi kimiawi dalam arti sesungguhnya: zat dopamin dan serotonin berkecamuk di kepala, dan itu yang memicu keluarnya perasaan hangat dan perasaan bahagia.

Masalahnya, apa di era anti-romantis seperti sekarang ini, itu masih bisa terjadi?

Faktanya, kebanyakan orang (bukan beberapa loh, ya…) justru bertemu dengan orang yang ditaksir secara maya alias online. Gila tapi ini nyata.

Jika kamu merasa kalau kencan maya gak akan menciptakan koneksi nyata yang berarti, silahkan bertemu dengan mereka yang bertemu maya, dan nyatanya bisa berakhir dalam hubungan jangka panjang yang romantis. Dan kemudian, ehem, menikah!

Untuk beberapa orang ini berarti mereka harus bertemu dulu dengan orang yang ditaksir secara maya dalam dunia nyata. Pertemuan pertama secara nyata pun harus dilakukan. Jadi sebenarnya di dunia digital sekarang ini arti ‘love at first sight’ lebih ke murni bertatap muka di pertemuan pertama – setelah chat ini-itu dan merasa nyambung di aplikasi kencan.

 

Baca 5 Poin Temen Kondangan Ini Bisa Kejadian

 

Cinta pandangan pertama pastinya tak akan bisa terjadi jika tak disertai daya tarik tertentu. 

Daya tarik fisik jadi pemeran utama Cinta Pandangan Pertama. 

Menurut riset, faktor daya tarik fisik menjadi syarat utama dalam konteks ‘love at first sight’. Riset juga membuktikan kebanyakan orang menaruh daya tarik sama posisinya dengan rasa bisa dipercaya, yang punya penjelasan tersendiri di masing-masing individu.

 

Pria lebih percaya Cinta Pandangan Pertama

Ya, nyatanya jumlah laki-laki yang percaya cinta pandangan pertama lebih banyak daripada perempuan! 

Ada sekitar 61 persen perempuan berbanding 72 persen laki-laki dalam hal ini. Itu menurut data yang dikoleksi Elite Singles.

Bahkan ada satu survei yang menemukan fakta ada 61 persen orang percaya cinta pandangan pertama, dan itu terbagi atas 41 persen pria dan 29 persen hanya wanita saja.

Kenapa bisa berbeda begitu?

Kemungkinan karena perempuan sekarang lebih memakai logika. Perempuan era sekarang lebih selektif memilih pasangan kencan mereka. Tapi ini belum bisa dipastikan secara ilmiah dan survei. 

Satu lagi yang harus diperhatikan, cinta pandangan pertama bukanlah kondisi yang mutual. Dalam artian tak semua pasangan dari kedua belah pihak tak selalu keduanya yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Kebanyakan hanya salah satu saja, entah itu pihak prianya atau pihak wanitanya saja.

 

Summary:

Pada akhirnya, meski teman kencan bisa muncul sejauh menyentuhkan jari di fitur menu geser ke kiri atau ke kanan, cinta pandangan pertama tetaplah eksis.

Jadi buat kamu yang merasa jomblo karena ‘gak laku’ di Tinder dan sederet app kencan lain, jangan putus asa!

Bertemu langsung secara gak sengaja lebih besar peluangnya!

 

 

 

 

OJ

Berbagai sumber / Foto: Cinefilles