Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

IFW 2020 Siapkan Tales of the Equator – Treasure of the Magnificent Borneo


Gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2020 berencana meluncur dengan tema Magnificent Borneo pada April 2020.

Setidaknya itu yang disajikan Poppy Dharsono sebagai ketua umum APPMI dan Presiden IFW pada 12 Februari 2020 di konferensi pers Road to IFW 2020 di Plataran Hutan Kota, Jakarta, lalu.

Menyebut Borneo tentu saja mengingatkan pada budaya suku Dayak, Kutai dan Banjar, karena semuanya berada di Kalimantan. 

Alhasil semua koleksi para perancang nantinya akan berwarna dan bertemakan nafas Borneo secara keseluruhan.

Deretan perancang yang siap akan ambil bagian eksis di gelaran IFW 2020 nanti, terdiri dari Misan Kopaka, Naniek Rachmat, Warwick Purser, Julie Kaimuddin, Wahyo Abraham, Dana Duriyatna, Katherine Sumanto, Hattaco by Rani Hatta, Merah Chumaero, Ida Royani, Vini Alya Hapsari, Aam Hamada dan Poppy Dharsono sendiri.

Kenapa mengambil Borneo sebagai tema IFW 2020?

“Tema ini menjadi komitmen nyata APPMI untuk mendukung kemajuan dan pengembangan promosi khasanah kekayaan budaya Indonesia. Kalimantan adalah wilayah yang budayanya sangat kaya, seolah tak pernah habis untuk dijadikan inspirasi industri fashion," demikian Poppy dalam konferensi pers Road to IFW 2020.

Dengan tema tersebut berbagai format desain ready to wear, konvensional, kontemporer hingga modest fashion akan ditranformasi para desainer ke karya-karyanya.

Menurut Poppy, jika hal ini disatukan maka karya-karya indah dan mengagumkan akan tercipta. Sehingga perlindungan budaya dan sejarah Indonesia bisa semakin meningkat dan berkembang.

 

Selain itu, untuk mendukung gerakan sustainable fashion, APPMI bekerja sama dengan Indonesia Global Compact Network (IGCN) yang merupakan aliansi dari United Nations. Menurut Poppy, IFW dan IGCN juga akan mengampanyekan Gerakan ramah lingkungan yang kini juga menjadi salah satu komitmen industri fashion di tanah air.

Busana yang diperagakan nantinya akan berkonsep hijau (ramah lingkungan) dan minim limbah. Pasalnya, selama ini industri fashion disebut menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar (produksi dalam jumlah besar dan cepat).

Pada kesempatan tersebut, Poppy juga memperkenalkan deretan talenta muda yang akan berperan dalam gelaran IFW 2020, seperti Jacky Suharto yang akan mengambil peran sebagai director, lalu ada Shinta Handamari sebagai creative director dan Ajeng Swastiari sebagai stylist untuk deretan video kampanye IFW 2020.

Keseruan tak berhenti disitu. Sejumlah desainer mancanegara pun akan hadir di IFW 2020.

Seperti Bianca Lami (Italia), Tiziano Guardini (Italia), Jaroslaba Wurll (Slovakia), Chourouk Bennani (Tunisia), Hama Hinnawi (Jordan), Marcela Alvarez & Claudia Trujillo (Colombia), Cristina Chiriac (Romania), Mac Taug (Filipina), ReZa Shah (Malaysia), Bernard Chandran (Malaysia), May Myat Waso (Myanmar), Yone Yone (Myanmar), Carlos Vigil (Peru), Dilnoza Erkinova (Uzbekistan), Gulruh Erkinova (Uzbekiztan) dan Maftuna Murodkobilova (Uzbekistan).



Tak lupa, Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC) pun akan hadir. 

Kompetisi ini digelar demi mencari bibit-bibit baru berbakat. Setiap tahunnya, IYFDC bekerjasama dengan Accademia di Alta Moda Koefia yang memberi beasiswa studi satu tahun di Roma untuk pemenang IYFDC.

Sebagai juri akan hadir Ayla Dimitri (Fashion Influencer), Bimo Permadi (Fashion Stylist & Managing Editor of Her World) dan Aam Hamada (Sustainable Fashion Designer dari APPMI).

Kerennya, pemenang dari ajang kompetisi IYFDC 2019 lalu, Wahyo Abraham, resmi menjadi ketua pertama dari divisi baru APPMI, yakni APPMI Millenial. 

Harapannya apalagi kalau bukan untuk menjaring lebih banyak lagi perancang-perancang muda berbakat yang bisa dikembangkan menjadi pengusaha fesyen di tanah air dan dunia!

Ssst, jangan lupa, unduh aplikasi IFW! Karena nantinya akan ada fitur-fitur seru seputar jadwal show, tiket, denah dan booth-booth selama gelaran IFW 2020 berlangsung.

 

 

 

O.J.

Foto: IFW 2020