Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
filter_list
my_location
search

Lima Tips Merawat Gaun Pengantin Agar Awet Sepanjang Masa


SALAH satu keuntungan saat membeli gaun pengantin adalah kamu bisa menyimpannya sebagai kenang-kenangan atau bisa juga diwariskan kepada anak cucu. Untuk itu, amat penting untuk merawat gaun pengantin impianmu tersebut. Namun untuk merawat pakaian istimewa ini juga bukan perkara gampang. Paling tidak, kamu harus memahami jenis bahan gaun pengantin supaya tidak salah dalam merawatnya, seperti berikut ini:

1. Chiffon

Bahan Gaun Pengantin

Ilustrasi Tampilan Kain – Bella Donna The Wedding


Ciri khas utama chiffon ada pada bahannya yang tipis, transparan, dan memiliki permukaan yang cenderung licin. Oleh karena itu, jenis bahan ini paling cocok untuk model baju seperti drape atauu ruffle yang mencitrakan kesan feminin dan glamour pada si pemakai.
Jika bahan ini pula yang menjadi pilihan gaun pengantinmu, rawatlah chiffon berbahan sutera dengan dry clean untuk menjaga pesonanya. Jika ingin mencuci secara manual, gunakan air hangat dan gunakan sabun yang tidak mengandung pemutih. Hindari pula mengeringkannya dengan mesin atau memerasnya. Cukup remas-remas ringan saja. Pun jangan mengeringkan di bawah terik matahari langsung. Cukup angin-angin dan keringkan dengan uap.
Saat menyimpan gaun berbahan chiffon,  gunakan gantungan tebal atau ber-padding untuk mempertahankan bentuk dan teksturnya. Dengan begitu gaun pengantinmu akan tetap awet sampai anak cucumu bisa melihatnya.

2. Organza

Gaun Pengantin Ball Gown

Foto : Bella Donna The Wedding

Memiliki tekstur tipis dan lembut, namun lebih kaku dan bervolumer dari chiffon, ya itulah kain organza. Pada gaun pengantin, biasanya bahan ini digunakan sebagai ruffle dan memberi efek bervolume pada bagian skirt. 

Perawatan bahan organza hampir mirip dengan bahan chiffon karena sama-sama terbuat dari sutra. Hanya saja hindari melipat dilemari dan menggantung dengan hanger berbahan besi mengingat tekstur bahan yang tipis dan mudah robek.

3. Lace

gaun lace

Ilustrasi gaun lace (Foto: Freepik.com)


Ini dia salah satu jenis material favorit untuk gaun pengantin. Ciri khas lace yang bertekstur jaring atau sulaman motif floral memang memberi kesan gaun pengantin yang anggun dan vintage.

Selain dengan dry clean, gaun berbahan lace juga tetap aman dicuci manual dengan tangan. Setelah dicuci cukup diremas-remas atau serap airnya menggunakan handuk warna putih. Lalu keringkan lace dengan cara merebahkan pada bidang datar demi menghindari sifat bahan (menjadi turun). Yang juga tak kalah penting, simpanlah gaun berbahan lace secara ke dalam boks khusus.

4. Tulle

Gaun Kombinasi Lace dan Tulle – Bella Donna The Wedding


Mirip seperti lace, bahan tulle juga merupakan salah satu bahan gaun pengantin favorit karena karena mencitrakan kesan elegan dan romantic. Karakter khas pada bahan yang berlubang-lubang dan mirip jaring ini membuat perawatan tulle agak berbeda dengan jenis bahan gaun pengantin lainnya.
Tulle bahkan hampir nyaris tidak memerlukan proses steam atau setrika karena membuat bahan akan terbakar. Mencuci basah tulle juga akan mengubah karakter bahan menjadi lemas. Paling aman, rawat tulle dengan cara dry clean dan apabila bahan ini terlihat kusut, maka cukup digantung karena teksturnya akan rapi kembali.

5. Satin

satin

Ilustrasi Kain satin – Bella Donna The Wedding


Tekstur lembut dan mengilap yang sangat khas pada kain satin membuat material ini terkesan amat mewah sekaligus elegan. Konon, satin ini berasal dari Zaytoun, China yang kini dengan Canton. Satin mulai dikenal di Eropa pada abad ke- 12 dan Inggris pada acad ke-14.
Dalam merawat gaun berbahan satin, cuci manual lalu keringkan dengan cara digantung atau diangin-anginkan tanpa diperas untuk menghindari kerusakan serat. Setrika bahan satin dengan suhu sedang, lalu simpan dengan cara digantung.
Sebelum dikenakan, gaun pengantin dari satin duchesse dianjurkan tidak dicuci meskipun dengan cara kering. (Dry clean). Cara cuci dry clean ini khawatirkan akan mengubah karakter bahan. Misalnya menghilangkan efek mengembang pada ball gown.(*)
 
Teks.  The Wedding’s Team