Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Ssst! Ini 3 Gem dari The World of the Married Buat Kamu


Dunia pernikahan baru saja digegerkan dengan sajian serial drakor The World of the Married atau A World of Married Couple. Apa saja poin yang penting?

Menikah alias punya pasangan sehidup-semati secara resmi adalah impian mereka yang tak bisa sendiri. Tentu saja ada rasa cinta dan sayang di dalamnya.

Tapi bagaimana jika nyatanya setelah menikah dan selama mengarungi pernikahan tiba-tiba pasangan punya selingkuhan?

Itu fakta yang terjadi dalam serial drama-Korea, The World of the Married Couple atau A World of Married Couple.

Meski sudah berakhir, serial drama-Korea adaptasi dari serial BBC Inggris, Doctor Foster, ini berhasil menyajikan poin bahtera rumah tangga yang begitu tragis dan mengerikan.

Disebut ‘tragis’ karena perselingkuhan yang terjadi dalam kisahnya berujung pada perceraian. 

Pernikahan lebih satu dekade dari Lee Tae-oh (sang suami) dan Ji Sun-woo (istri) harus berakhir pada perceraian. Itu mengorbankan kehidupan anak tunggal mereka berdua, Lee Joon-young.

Disebut ‘mengerikan’ karena perceraian mereka justru meletupkan deretan problema baru yang seolah tak pernah habisnya – bak film horor (apalagi musik scoring tiap adegannya benar-benar ‘ngeri’! Hehehe!)

Lalu jika demikian mengerikannya perselingkuhan dan perceraian, apa saja yang menjadi poin A World of a Married Couple yang bisa jadi acuan agar kita justru tak takut untuk menikah dan malah harus bikin pernikahan jadi sukses?

 

1.  Laki-Laki Berubah – Perempuan Tidak

Konon kelemahan pria ada tiga: harta, kekuasaan dan perempuan. Seiring dengan waktu kaum Adam akan alami perubahan dalam dirinya yang akhirnya membawa diri mereka kepentok dengan ‘perempuan lain’.

Lee Tae-oh mewakili pria pada umumnya, mudah kepincut sosok perempuan lain. Dan dalam hal ini ia kepincut perempuan yang jauh lebih muda dari dirinya, Yeo Da-kyung. 

Simak alasan Tae-oh kepincut Da-kyung: “Aku masih mencintai Sun-woo, tapi Da-kyung membuatku lebih bersemangat dalam hidup!”

Jelas ini yang harus diwaspadai banyak perempuan atau istri – dan ya, calon istri, jika pernikahan mereka sudah melewati angka 5 tahun lebih.

 

Dalem:

Jika kelemahan perempuan terletak di telinga – tak bisa tahan dengan rayuan dan kata-kata manis alias gombal, kelemahan laki-laki yang paling utama adalah mata!

Jelas, para perempuan harus selalu terlihat atraktif dan ya, menawan. Mau-tak mau mereka harus merawat tubuh mereka selalu. Entah itu spa, perawatan wajah, hingga cara berpakaian mereka jelas harus bisa membuat mereka tetap wow dan itu tadi, atraktif.

Bisa jadi sebulan sekali gaya rambut diubah, mungkin di-cat ehem – mirip Da-kyung (sebelum menikah dengan Tae-oh, mungkin. Eh, spoiler!)!

 

 

2.  Rutinitas

Alasan Tae-oh kepincut sosok Da-kyung yang memang jauh lebih cantik dari Sun-woo, sang istri, jelas selain fisik adalah … Da-kyung bukanlah ‘rutinitas’!

Sedangkan Sun-woo jelas adalah rutinitas yang tiap hari selalu menjadi lembaran harian Tae-oh yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. 

(Oh ya, Tae-oh berprofesi sebagai produser-sutradara film dari sebuah production house kecil – yang notabene disokong Sun-woo. Sedangkan Sun-woo adalah dokter keluarga yang sukses di sebuah rumah sakit di Gosan.)

Terlepas dari itu, kelihatan sekali rutinitas Tae-oh dan Sun-woo bak robot. Tak ada kencan berdua seminggu sekali – entah itu menonton di bioskop atau sekadar makan malam berdua dan mungkin ‘nyobain’ resto baru. Padahal, anak mereka sudah terbilang besar untuk ditinggal di rumah.

Sun-woo sendiri merasa kehidupannya sudah aman – punya kerjaan settle dan prestis. Tapi lihat saat sang anak, Joon-young, lebih memilih dekat dengan sang ayah daripada dirinya, dan alasan Sun-woo adalah “untuk memenuhi kebutuhan kamu, nak”.

 

Dalem:

Banyak orang mengira kehidupan pernikahan adalah sebuah proses yang adem-ayem, settle-down, gak perlu ada kehebohan, dan lain-lain. Sayangnya anggapan itu salah besar.

Pernikahan tetap harus ada warna – persis masa-masa pedekate dan pacaran dulu, harus ada yang bikin kita lepas sebentar, lega sebentar, refreshing sebentar. 

Coba deh, pergilah kencan berdua, entah makan dan nonton atau sekadar jalan-jalan ke museum atau pegunungan layaknya pacaran dulu.

 

 

Baca Aduh! Cinta Tapi Masih Suka Bohong?

 

3.  Karier Bukan Segalanya

Seperti yang tadi sudah disebut, Sun-woo punya segalanya. Dalam hal ini ia adalah dokter keluarga di sebuah rumah sakit terkenal. 

Bukan sekadar dokter malah, ia adalah dokter favorit semua orang di Gosan. Pasiennya banyak, antri dan itu ketahuan setelah dirinya (akhirnya) tak bekerja lagi disitu. Pasien rumah sakit tersebut jadi berkurang banyak.

Punya karier mentereng boleh-boleh saja, tapi karier tak bisa disamakan dengan keluarga (suami dan anak). Harus memilih salah satu. 

Jika keduanya bisa berjalan barengan, syukurlah, tapi kebanyakan yang terjadi tak ada yang bisa dijalankan berbarengan. Baik suami maupun istri yang sukses harus memilih.

 

Dalem:

Jika kita punya pasangan dengan posisi kariernya di bawah atau sebaliknya, berikan perhatian lebih. 

Terlebih jika suami punya karakter kompetitif sehingga dirinya menjadi frustrasi karena kemakmuran rumah tangganya tak bisa ditopang dirinya – tapi malah ditopang istrinya.

Banyak-banyaklah mengobrol dengan pasangan. Curhatin apa yang menjadi ganjalan. Bilang pada pasangan kalau “Jika salah satu diantara kita ada yang lebih sukses, itu karena Tuhan ingin kita saling topang keluarga ini.”

 

Sekarang, rasa-rasanya kita jadi tahu banget nih dengan yang namanya ‘dunia pernikahan para suami-istri’… Hahaha!

 

 

O.J.

Foto: switchmobile.id