Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Tips Memotret Pengantin Pria yang Pemalu


PERNIKAHAN kerap dianggap sebagai selah satu momen yang paling menantang untuk diabadikan. Ya, dalam satu waktu kamu harus menjadi fotografer fashion, produk, dekumenter sekaligus fotografer keluarga. Dalam hal ini, salah satu aspek tersulit yang harus dikuasai adalah memotret dan mengarahkan pengantin pria yang cenderung lebih pemalu dan mati gaya dibanding pengantin wanita. Pernah mengalaminya? Atau justru sering?
Di hari pernikahan, seringkali pengantin pria merasa gugup karena tahu behwa dia akan menjadi pusat perhatian, sehingga ia merasa tidak nyaman, takut, dan stress. Slain itu, beberapa orang juga merasa sangat gugup berada dihadapan kamera. Tugas kamu adalah membuatnya merasa nyaman sehingga kamu dapat mengabadikan gambar menakjubkan untuk pasangan ini. Berikut adalah beberapa tips berpose umum dan specifik yang akan membantu kamu memecahkan masalah dan membangun hubungan baik dengan pengantin priamu.

Melakukan Pendekatan

Saat pertama kali tiba bertemu dengan pengantin pria, jangan langsung tunjukkan kameramu. Anggaplah kamu melakukan pertemuan hanya untuk hangout dengan teman. Jangan lupa mengucapkan salam, perkenalkan diri, berjabat tangan, dan bersikap baik kepada semua orang. Pendekatan yang baik dan cair akan memudahkan kamu nantinya ketika harus mengambil gambar.

Cari Tempat Khusus untuk Pemotretan

Jika pengantin pria merasa malu melakukan pemotretan dalam lokasi yang penuh dengan keluarga dan teman, kamu bisa menawarkan pilihan tempat yang lebih privat dan tenang. Atau kamu bisa menanyakan, apakah pengantin pria memiliki tempat khusus yang tidak terlalu bising dan nyaman untuk melakukan pemotretan.

Tips Foto Pernikahan

Ilustrasi – Freepik

Pilihan Pose untuk Mempelai Pria di Hari Pernikahan

Ketika harus memotret pengantin pria, kamu harus meningkatkan rasa maskulin dari dirinya. Mintalah dia duduk di kursi atau sambil mencondongkan tubuh sedikit ke depan dengan segalas minuman di tangannya. Bersandar di tembok dengan kedua tangan di dalam saku juga bisa menjadi awalan pose yang bagus. Nah, setelah dia sudah menemukan jiwa maskulinnya dan merasa cool dan percaya diri, dipastikan pengantin pria akan lebih mudah menuruti arahanmu.
Baca Artikel Ini: Rekomendasi Lensa Kamera Untuk Foto Pernikahan dan Prewedding

Beri dia sesuatu untuk dilakukan dengan tangannya

Pria terkadang merasa canggung saat berpose dengan tangan yang tidak melakukan apapun. Jadi, berikan arahan untuknya melakukan sesuatu dengan tangannya, misalnya adegan mengancingkan jas, memegang segelas wiski, meletakkan tangannya di saku, memegang jas dan berbagai pose lainnya. Namun, pastikan pengantin pria senatural mungkin saat melakukannya.

Arahkan Pengantin Pria dengan Memberikan Beberapa Contoh

Tidak ada salahnya untuk selalu menunjukkan pada pengantin pria apa yang kamu ingin dia lakukan. Karena, hanya sekadar menjelaskan terkadang malah membingungkan dan membuat pengantin pria sulit untuk berpose natural, terutama jika klienmu merupakan orang visual.
Jika ingin dia duduk atau melihat dengan cara tertentu, tunjukkan caranya dengan melakukannya sendiri terlebih dahulu. Metode ini disebut mirroring, dan konon sangat efektif dalam mempermudah proses pemotretan.
ELSA FATURAHMAH