Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Menikah Tanpa Pacaran alias Ta’aruf?


Bagi pemeluk agama Islam, ada pasangan yang menikah tanpa melalui proses pacaran. Itu dinamakan ‘Ta’aruf’.

Pasangan yang melakukan ta’aruf melakukan proses pengenalan dalam masa singkat tanpa ada ikatan berpacaran. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan agama menuju proses pernikahan.

Selain mengenal calon pasangan hidup, ta’aruf juga menjadi ajang untuk merajut tali silaturahmi antar kedua keluarga sekaligus kesempatan untuk saling mengenali dan memahami karakter masing-masing keluarga. 

Meski demikian masih banyak juga yang belum memahami makna dari ta’aruf itu sendiri.

Sebenarnya arti ta’aruf adalah untuk saling mengenal dengan tujuan baik. Ada juga yang menyebut bahwa ta’aruf adalah anjuran dalam berkenalan antara pria dan wanita untuk menjadikan hubungan tersebut lebih serius tanpa ada kata ‘pacaran’.

Lalu bagaimana memulai sebuah proses ta’aruf tersebut? 

Prosesnya diawali dari seseorang perantara. Setelah itu, kedua calon dipertemukan dengan didampingi oleh kedua orang tua sebagai pelindung. 

Pendalaman kriteria calon baru dilakukan saat pertemuan tersebut dengan cara saling mengenali dan bertanya kepada kedua orang tua mengenai kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Sebenarnya ada dua jenis ta’aruf dalam Islam dalam rangka berkenalan dengan calon pasangan hidup. 

Pertama, adalah melalui agen perantara dan kedua lewat keluarga. Bedanya adalah pada cara berkenalan. Jika berkenalan lewat perantara maka biasanya dimulai dengan saling bertukar biodata dan daftar riwayat hidup. 

 

Baca Ini Alasan Medsos Jadi Penyebab Hubungan Hancur?

 

Sementara bila melalui keluarga nggak diperlukan saling menukar biodata melainkan pemahaman kriteria lewat keluarga.

Setelah proses perkenalan itu kemudian dilanjutkan dengan perjanjian yang disebut Liqo’. Tujuannya adalah untuk menambah rasa saling percaya dengan panduan dari orang yang lebih mengerti tentang tata cara dan inti dari ta’aruf. 

Meskipun ada Liqo’, tapi nggak semua pasangan harus melakukan proses ini.
Begitulah tahapan dalam melakukan ta’aruf. 

Berminat berta’aruf dalam mencari pendamping hidup yang sudah lama dinantikan? 

Selamat mencoba!

 

 

 

Tim thewedding.id

Foto: Pixabay