Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Buket Bunga Pernikahan Dibuang? Jangan!


Kebanyakan dari pengantin wanita menyukai bunga, dan begitu buket bunga dipilih, mereka pasti memilih jenis bunga dan desain warna yang sangat disukai. Kelar menikah, rasanya sayang untuk membuang buket tersebut. Bagaimana kalau dibingkai saja? 

Memangnya bisa? Begitulah jawaban dari pertanyaan di atas. Menyebalkan memang jika pertanyaan dijawab dengan pertanyaan, tapi sesuatu yang tak mungkin atau sepertinya belum pernah dilakukan memang kerap dipertanyakan.

Persis seperti membingkai buket bunga pernikahan. Sepertinya ada-ada saja dan nggak memungkinkan. Yang ada, tampilan bunga bukannya jadi jelek, ya?

Nasib bunga memang mengenaskan. Indah tapi tak berusia lama. Itu yang disadari Lacie RZ Porta, pendiri Framed Florals, yang lantas mengubah nasib bunga pada akhirnya bisa lama ‘hidupnya’.

Awalnya Lacie memang cukup frustrasi dengan nasib bunga-bunga penyemarak momen pernikahannya. Ia tak rela bunga-bunga tersebut dibuang, apalagi buket bunga yang dibawanya sepanjang momen altar hingga resepsi. 

Sampai akhirnya muncullah ide di kepalanya: bagaimana kalau bunga-bunga tersebut tetap ‘hidup’ dan bisa dinikmati keindahannya jika ditaruh dalam bingkai – persis lukisan?

Dibuatnyalah bingkai-bingkai dan bunga-bunga tersebut ditekan atau di-press sehingga tampilannya seperti pajangan kerajinan tangan.

Lacie pun tak berhenti disitu saja. “Aku langsung memulai perusahaan karena keperluan mendesak yang ada di industri perkawinan dimana-mana,” tambah Lacie ke Vogue. 

Baca Untuk Kamu yang Sedang Menyiapkan Pernikahan, Coba Cek Paket-Paket Wedding dari Venue Ini!

Apa yang dilakukan Lacie terbilang simpel – meski juga rada mudah sebenarnya. “Konsepnya, mengembalikan ke pola dasar menekan atau menipiskan bunga, tapi aku mengasah kemampuanku sehingga meski bunga sudah ditipiskan bentuk desainnya tetap kelihatan indah, nggak kaku,” jelas Lacie.

Setelah itu dikuasai, tantangan selanjutnya adalah bagaimana dengan desain bingkainya?

Untuk itu Lacie memilih bingkai yang minimalis. Bingkainya lowong udara dan unik. Semuanya itu dirancang Lacie di studio Greenpoint-nya. Ia jadi begitu menikmati memadukan berbagai warna, ukuran bunga dan menghindari kemasan bingkai bunga hanya satu jenis bunga saja.

Nah, jika kamu memang sayang banget dengan buket bunga atau bunga-bunga asli di pernikahan dibuang begitu saja, yuk, dibingkai saja!

 

 

 

 

O.J.

Various sources

Foto: Vogue