Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan Indonesia
Inspirasi Pernikahan Indonesia

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan

Inspirasi Pernikahan
Inspirasi Pernikahan

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia

Pernikahan Indonesia
Pernikahan Indonesia

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara

Pernikahan Mancanegara
Pernikahan Mancanegara

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding

Inspirasi Wedding
Inspirasi Wedding

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan

Ide Pernikahan
Ide Pernikahan

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding

Ide Wedding
Ide Wedding

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia

Inspirasi Wedding Indonesia
Inspirasi Wedding Indonesia

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding

Vendor Wedding
Vendor Wedding

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan

Artikel Pernikahan
Artikel Pernikahan
search

Wah! Aturan New Normal Wedding Ini Wajib Dipatuhi


Pernikahan memang jadi momen terindah. Tapi apakah dengan aturan New Normal Wedding ini akan tetap indah?

Ya, menurut ketentuan pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama, Fachrul Razi, pada akhir Mei 2020, ada aturan baru kegiatan akad nikah atau pernikahan di rumah ibadah di masa pandemi virus corona ini.

Aturan baru tersebut berupa Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Tentu saja kebijakan tersebut dikeluarkan dengan disiapkannya aturan new normal untuk berbagai kegiatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. 

Untuk momen akad nikah di rumah ibadah menurut surat edaran menteri tersebut disebutkan ketentuan-ketentuan seperti:

- Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang 

- Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19

- Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin

Panduan kegiatan keagamaan ini dan kegiatan agama sosial yang diatur dalam surat edaran tersebut tidak hanya didasarkan pada status zona yang berlaku, tetapi juga memerhatikan kasus penularan di lingkungan rumah ibadah. Demikian yang dilansir dari Kompas.

Ada ketentuan lainnya, selain pembatasan jumlah dan konfirmasi kesehatan mereka 

yang hadir.

 

Ketentuan umum di rumah ibadah

Menurut surat edaran, rumah ibadah yang bisa menyelenggarakan kegiatan berjamaah atau kolektif jika rumah ibadah tersebut berada di lingkungan yang aman dari Covid-19. 

Bagaimana kita bisa tahu status aman tersebut?

Itu bisa ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai dengan tingkatan rumah yang dimaksud, setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat bersama Majelis-Majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

Nah, tetapi surat tersebut dapat dicabut jika ternyat timbul kasus penularan atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang ditetapkan.

Adapun sejumlah kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah adalah sebagai berikut:

- Semua yang hadir ada dalam kondisi sehat

- Meyakini rumah ibadah tersebut memiliki Surat Keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang

- Memakai masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah

- Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer

- Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan

- Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter

- Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib

- Anak-anak dan warga lanjut usia dilarang beribadah di rumah ibadah, karena masuk yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi pada Covid-19

- Ikut peduli penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai ketentuan. Demikian dilansir Kompas. 

 

Wah, jadi ketat banget nih! Tentu saja demi menjaga kesehatan banyak pihak, aturan-aturan ini wajib dilakukan. 

Siap mengalami New Normal Wedding? Atau mau menunggu hingga vaksin virus COVID-19 ditemukan baru menikah?

 

 

 

 

 

OJ

Berbagai sumber / Foto: cottonbro